Tanoto Foundation Gelar Pelatihan Program Pintar

0
1291
Sebanyak 12 sekolah di Kecamatan Brangsong yang terdiri dari 8 SD/MI dan 4 SMP/MTs mengikuti pelatihan Program Pintar. Pelatihan yang diadakan oleh Tanoto Foundation ini digelar di SD Negeri 1 Brangsong Rabu (23/1/2019). Peserta pelatihan yaitu kepala sekolah, guru dan komite sekolah. Dalam pelatihan ini selain menghadirkan para pendamping yang sudah terlatih dan profesional, juga menghadirkan dua Teacher and School Training Specialist Tanoto Foundation Jawa Tengah, yaitu Seno Muhamad Daud, M.Pd. dan Saiful Huda Shodiq.

Seno Muhamad mengatakan, Program Pintar merupakan sebuah program peningkatan kualitas pendidikan dasar di Indonesia. Untuk Jawa Tengah, kerjasama ini dilakukan di Kebupaten Kendal dan Wonogiri. Di Kabupaten Kendal sementara hanya dilakukan di Kecamatan Brangsong dan Patean. “Sesuai dengan MoU yang sudah ditandatangani, program ini dilakukan selama tiga tahun,” katanya.
Seno menjelaskan, Program Pintar dirancang untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar melalui program penguatan kapasitas, pengelolaan dan kepemimpinan sekolah, peningkatan kualitas guru, budaya baca serta partisipasi orang tua dan masyarakat. Oleh karena itu, pelatihan ini, selain kepala sekolah dan guru, juga komite sekolah. “Masyarakat juga ikut berperan untuk memajukan sekolah, maka tidak hanya peran kepala sekolah dan guru, tapi partisipasi masyarakat yang diwakili komite sekolah juga ikut berperan,” jelasnya..
Dikatakan, fokus kegiatan kali ini adalah Pelatihan Praktek Baik Peran Serta Masyarakat. Tujuannya untuk mengembangkan sinergitas semua komponen penting di sekolah, yaitu kepala sekolah sebagai leader, guru dan komite sekolah. Ketiga komponen penting ini harus duduk bersama untuk berlatih supaya memahami kebutuhan sekolah dan tujuan sekolah, kemudian merumuskan langkah-langkah kongkrit, sehingga pengembangan dan peningkatan mutu pembelajaran di sekolah bisa terwujud. “Pada pelatihan ini, tiap sekolah menyertakan ketiga komponen penting di sekolah, yaitu kepala sekolah, guru dan komite sekolah supaya mereka bisa duduk bersama untuk menyatukan pemikiran dan merumuskan program yang nantinya akan diterapkan di sekolah,” katanya.
Materi pelatihan meliputi empat unit, yaitu unit pembelajaran aktif, peran serta masyarakat, manajemen berbasis sekolah dan unit rencana tindak lanjut pelatihan. Di semua unit itu, tidak hanya kepala sekolah dan guru, tapi komite sekolah juga ikut berperan memberikan pemikirannya. “Setelah pelatihan ini, tidak hanya angan-angan, tapi akan menghasilkan sebuah rencana yang nantinya diterapkan di sekolah.” katamnya.
Menurut seorang guru MI Brangsong, Khusnul Maghfiroh, dengan adanya pelatihan ini, maka akan membuka wawasan bagi guru tentang metode mengajar yang lebih bervariasi, sehingga tidak monoton. Anak-anak pun akan lebih senang dalam mengikuti pelajaran dan lebih aktif. “Pelatihan ini manfaatnya besar, karena kita menjadi tahu tentang metode mengajar yang baik,” katanya.
BAGIKAN