Takut Kena DB, Kampung Sabrang Lor Desa Kutoharjo Kaliwungu Difogging

Fogging di Kampung Sabrang Lor Desa Kutoharjo Kaliwungu

0
445

Maraknya penyakit demam berdarah akhir-akhir ini di Kab Kendal membuat warga merasa cemas. Sebagian warga pun meminta agar dilakukan penyemprotan atau fogging untuk membunuh nyamuk-nyamuk penyebar virus DBD. Sementara pihak Dinas Kesehatan hanya melakukan fogging jika di kampung tersebut ada warga yang positif terkena DBD. Karena itulah warga meminta kepada pihak lain untuk membantu melakukan fogging. Seperti yang dilakukan di Kampung Sabrang Lor Desa Kutoharjo Kecamatan Kaliwungu pada Selasa pagi 12 Februari 2019.

Koordinator kegiatan fogging, Agus Tifar mengatakan, fogging yang dilakukan di Kampung Sabrang Lor RW 6, mulai RT 1 sampai RT 5 ini atas permintaan warga. Pasalnya di kampung sebelah sudah ada warga yang terkena DB, sehingga warga mendesak dilakukan fogging.
Carik Desa Kutoharjo, Muhammad Azhar membenarkan ada warganya yang terkena DBD. Dikatakan, sebenarnya pihak desa memiliki alat fogging sendiri dan berencana melakukan penyemprotan, namun terkendala dengan obat fogging yang sulita dicari. “Sudah banyak warga yang meminta dilakukan fogging, tapi kami belum bisa melakukan, walaupun sudah punya alat fogging sendiri, karena sulit cari obatnya. Jadi, kalau ada pihak yang membantu melakukan fogging ya kami sangat berterima kasih,” ucapnya.
Sementara itu Ketua  DPC Perindo Kendal, Ardian Yuniarko melihat maraknya kasus DBD di Kab Kendal, pihaknya bergerak membantu melakukan fogging jika ada permintaan warga. Fogging akan dilakukan di semua kecamatan, sesuai dengan permintaan. “Kebetulan kamu punya alat fogging sendiri dan siap membantu jika ada warga yang memintanya,” katanya.
PLT Kepala Dinas Kesehatan Kendal, Ferinando Bonay mengatakan, bahwa fogging tidak boleh dilakukan sembaranga, tapi ada ketentuannya. Oleh karena itu bagi pihak yang melakukan fogging agar berkoordinasi dengan Dinkes. Pasalnya, jika takaran obatnya tidak tepat, maka tidak membuat nyamuk-nyamuk menjadi mati, tapi justru membuat nyamuk-nyamuk menjadi kebal. “Kami memberi apresiasi kepada pihak yang peduli dengan melakukan fogging, tapi sebaiknya harus berkoordinasi dengan pihak Dinkes,” ujarnya.