Kabupaten Kendal Ditargetkan Tahun 2019 bisa Raih Peringkat Kabupaten Layak Anak Tingkat Madya

Bimtek Pengembangan Desa Kelurahan Layak Anak Kab Kendal

0
112
Pemkab Kendal terus berupaya menjadikan Kabupaten Kendal menjadi Kabupaten Layak Anak. Selama dua tahun terakhir ini, Kab Kendal baru mendapatkan penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak Tingkat Pratama.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP2PA) Kendal, Asrifah berharap di tahun 2019 ini bisa naik peringkat, paling tidak bisa meraih penghargaan tingkat Madya. Untuk bisa mewujudkan Kendal sebagai Kabupaten Layak Anak, maka harus didukung oleh semua pihak, terutama dari aparat kecamatan, desa atau kelurahan. “Kami harap setelah Bimtek ini harus segera menindaklanjuti pengembangan desa/kelurahan layak anak, sebagai bentuk komitmen untuk mennjadikan Kabupaten Kendal Layak Anak,” katanya saat Bimtek Pengembangan Desa Kelurahan Layak Anak Kab Kendal, Rabu (13/2/2019) di Hotel Siliwangi Semarang.
Dikatakan, Bimtek yang diikuti aparat dari kecamatan, kelurahan dan desa bertujuan untuk mendukung Kab kendal sebagai Kabupaten Layak Anak. Kegiatan tersebut memberi bekal kepada aparat kecamatan, kelurahan dan desa terkait pemenuhan ramah anak. Oleh karena itu, pihaknya mendorong kecamatan dan desa untuk melibatkan anak dalam musrebang, melalui Forum Anak. Di Kab Kendal baru ada 21 desa yang sudah membentuk Forum Anak. “Melalui Forum Anak itulah yang akan memberi masukan terkait kebutuhan anak, sehingga desa dan kelurahan diharapkan untuk membentuk Forum Anak,” harapnya.
Asrifah mengatakan, persyaratan yang harus dimiliki sebagai Kabupaten Layak Anak di antaranya di bidang pendidikan dan kesehatan, yaitu membentuk sekolah dan puskesmas ramah anak. Saat ini sudah ada dua sekolah yang siap menjadi sekolah ramah anak, yaitu SMP 2 Kendal dan SMP 1 Weler. Untuk puskesmas ramah anak yaitu Puskesmas Rowosari 2 dan Puskesmas Pageruyung. “Dua sekolah dan puskesmas itu memiliki semangat yang luar biasa untuk menjadikan sekolah ramah anak, dan kami sudah mengajak study banding di Surakarta yang sudah mendapat sertifikat sekolah dan puskesmas layak anak,” pungkasnya.