Penyair Kelana Pentas dalam Bayangan di Garis 49

Penyair Kelana Pentas dalam Bayangan di Garis 49

0
89

Penyair Kendal, Kelana menyuguhkan karya puisinya dalam sebuah pentas berjudul Bayangan di Garis 49 yang digelar di Balai Kesenian Remaja (BKR), Rabu (13/3/2019) malam. Ada 28 judul karya puisi pilihannya yang dibuat mulai tahun 90-an sampai tahun 2019 ini yang disajikan untuk dibacakan di panggung yang cukup sederhana. Selain si pembuat puisi, tamu undangan dan penonton pun ikut membacakan puisi karya Kelana yang sudah difotocopy.

Hadir pula para sahabat seperjuangan dalam acara untuk peresembahan hari ulang tahun ke-49 si penyair berambut gondrong, di antaranya penyair dari Semarang Basa Basuki, Slamet Priyatin dan sahabat lainnya. Mereka juga ikut membaca, sekaligus memberikan kritik terhadap diri Kelana dan karya puisinya.

Slamet Priyatin mengatakan, dirinya lebih tertarik melihat puisi Kelana ketika dibaca di atas panggung. Menurutnya, karya-karya puisi Kelana itu konsisten, namun bertolak belakang dengan kepribadiannya yang menurutnya tidak konsisten. “Di usianya yang tidak muda lagi, semoga bisa merubah sikap kebapakan,” ujarnya.

Sementara Basa Basuki Basa menyampaikan pesan bukan hanya kepada Kelana sebagai sahabat, namun kepada siapa saja yang suka membuat puisi. Menurutnya, seorang penyair itu dituntut untuk konsisten. Dalam puisi yang paling penting ada isi atau pesan, maka dalam menulis puisi harus bisa memberi inspirasi dan pencerahan bagi pembaca atau masyarakat pada umumnya. Penyair harus bisa  menyuarakan suara hati rakyat sesuai dengan kondisi zaman. “Penyair harus tetap menyuarakan kepentingan rakyat yang terjadi saat ini, misalnya tentang penggusuran atau apa saja, termasuk kondisi politik,” katanya.

Kelana dalam Bayangan di Garis 49 mengakui, jika dirinya sadar betul akan usia, dan telah mencoba untuk lebih bijaksana. Terkait dengan karya-karya puisinya, ia tidak memungkiri terpengaruh dengan penyair lain. “Memang ada keterpengaruhan dengan puisi orang dan tidak salah jika tertarik dengan puisi orang lain,” katanya.