Peredaran Miras Kemasan Plastik di Kendal sudah Marak

Peringatan HUT Satpol PP, Linmas dan Damkar kab Kendal 2019

0
194
Peredaran miras dalam bentuk kemasan plastik yang menyerupai teh sudah marak di Kabupaten Kendal. Hal ini berdasarkan hasil razia dari Satpol PP Kendal dalam empat bulan terakhir ini. Selain mengamankan sebanyak 3.510 botol minuman keras berbagai merk, petugas juga menemukan penjualan minuman kersa jenis ciu yang dikemas dalam plastik. Per plastik dijual dengan harga 7 ribu rupiah. Penjualan miras kemasan plastik ini ditemukan di wilayah Kaliwungu, Cepiring dan Weleri.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kendal, Toni Ari Wibowo mengatakan, miras yang dikemas dalam plastik tersebut umumnya dijual di dekat sekolah. Penjual miras kemasan plastik sengaja mendatangi sekolah-sekolah dengan sasaran para pelajar. Miras jenis ciu tersebut berasal dari Solo, sedangkan di Kendal hanya sebagai agen, yang pelakunya berhasil diamankan dan disidangkan di Pengadilan. Barang bukti yang ditemukan sebesar 1.200 liter.
“Untuk mengantisipasi ke depan, kami akan berkoordinasi dengan Polres Kendal agar bisa menghentikan pasokan miras di wilayah Kabupaten Kendal,” katanya usai upacara HUT Satpol PP, Linmas dan Damkar di Alun-alun Kendal, Kamis (14/3/2019).
Sementara itu Kapolres Kendal AKBP Hamka Mappaita mengatakan, untuk mengantisipasi peredaran miras dalam bentuk kemasan plastik, pihaknya akan memerintahkan kepada seluruh Polsek untuk lebih meningkatkan operasi miras di wilayah Polsek masing-masing. “Untuk mencegah peredaran miras kemasan plastik di sekolah-sekolah, segera menugaskan kepada seluruh Posek untuk melakukan pengawasan,” ujarnya.
Barang bukti miras hasil razia tersebut dimusnahkan usai upacara peringatan HUT Satpol ke-69, Linmas ke-57 dan Damkar ke-100 Kabupaten Kendal yang disaksikan Bupati Kendal Mirna Annisa, Kapolres Kendal, Dandim Kendal dan para pejabat Pemkab Kendal. Sebelumnya dilakukan simulasi penanganan mobil yang terbakar oleh Tim Damkar Kendal.
Bupati Mirna berharap, anggota Satpol PP, Linmas dan petugas Damkar lebih profesional dan selalu tampil ke depan sebagai wakil pemerintah di masyarakat, sehingga keberadaannya semakin diakui masyarakat. Terkait dengan banyaknya hasil razia miras, Bupati berharap agar dalam penegakan Perda tentang Miras, petugas tidak kecolongan lagi oleh para penjual yang mengelabuhi petugas.