Pemda Kendal Gelar Deklarasi Damai Pasca Pemilu Serentak 2019

Deklarasi Damai pasca Pemilu Serentak 2019

0
154
Pemda Kendal, TNI, Polri, penyelenggaran Pemilu, peserta Pemilu, Tim Pemenangan Paslon 01 dan 02 bersama tokoh agama, tokoh masyarakat dan elemen masyarakat Kab Kendal melakukan Deklarasi Damai Pasca Pemilu Serentak Tahun 2019. Deklarasi yang digelar di Pendopo Kabupaten Kendal pada Kamis 9 Mei 2019 menyatakan sikap, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan negara, menjaga kerukunan, persaudaraan dan meningkatkan komunikasi serta menciptakan iklim kondusif di wilayah Kab Kendal. Siap menerima dan mengawal hasil-hasil pemilu, baik pemilihan presiden dan wakil presiden, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten. Siap untuk tidak terprovokasi serta menolak segala bentuk ujaran kebencian, fitnah, sara dan berita hoax.

Deklarasi Damai yang digagas oleh Pemkab Kendal ini disampaikan usai Rakor Strategis dan Aktual Kabupaten Kendal dengan tema Antisipasi kerawanan konflik sosial pasca pemilu serentak 2019.
Bupati Kendal Mirna Annisa dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Kendal Moh. Toha meminta kepada semua pihak agar bersabar untuk menunggu hasil pemilu dari KPU. Tetap menjaga persatuan, guyub rukun supaya Kendal tetap aman dan kondusif. Bupati juga meminta kepada Polri dan TNI untuk menindak tegas terhadap orang-orang yang membuat kekacauan. “Komitmen bersama ini juga untuk jaga perekonomian dan kegiatan positif untuk menciptakan situasi yang kondusif,” katanya.
Kapolres Kendal AKBP Hamka Mappaita juga meminta kepada semua pihak untuk sepakat menjaga situasi kondusif. Dikatakan, bahwa pelaksanaan pemilu di Kab Kendal telah berjalan aman, lancar dan demokratis yang hasilnya sudah diterima oleh semua pihak. “Percayakan hasil pemilu kepada KPU yang telah bekerja sesuai aturan,” katanya.
Sementara itu Dandim 0715 Kendal Letkol Infanteri Ginda Mumahhamd Ginanjar berpesan kepada masyarakat agar berhati-hati dalam bersikap supaya tidak salah bertindak. “Jangan mudah terpengaruh dengan berita yang tidak jelas yang akan merusak persatuan,” ucapnya.