Sejumlah Tokoh Agama di Kendal Tolak Aksi People Power terkait Hasil Pemilu

FKUB Kendal tolak aksi pengerahan massa terkait hasil pemilu

0
155
Sejumlah tokoh lintas agama di Kabupaten Kendal menyerukan kepada masyarakat untuk menjaga situasi dan kondisi pasca Pemilu 2019 supaya tetap aman dan damai. Tokoh agama ini juga mengimbau kepada masyarakat, untuk tidak terpancing isu pengerahan massa yang meminta hasil Pemilu 2019 tidak ditetapkan.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kendal, Muhammad Ubaidi mengatakan pemilu saat ini sudah selesai dilaksanakan. Masyarakat tetap menjalin silahturahmi dan menjaga wilayah Kendal kondusif. Untuk itulah umat beragama di Kendal yang tergabung dalam FKUB Kendal tidak mudah terprovokasi gerakan-gerakan pengerahan massa atas pelaksanaan Pemilu.
“Di setiap pertemuan antarumat beragama sata selalu menekankan persatuan dan kesatuan serta menjaga kondisi yang aman. Tokoh agama di Kendal sepakat memberikan apresiasi kepada KPU yang sudah melaksanakan pemilu dengan baik dan menunggu hasil penetapan yang akan dilaksanakan tanggal 22 Mei mendatang,” katanya.
Jika memang ada pihak yang tidak menerima hasil penetapan KPU agar menempuh jalur sesuai dengan hukum yang ada. “Gerakan people power ini kontraproduktif dengan kondisi yang sudah aman dan damai. Umat beragama diminta tetap menjaga diri dan tidak mudah terpancing,” katanya.
Sementara, Sekretaris Badan Kerja Sama Gereja Katolik dan Kristen (BKGK2) Kendal, Pdt Triatmojo Nugroho mengimbau kepada umat Kristiani di Kendal agar tetap sabar menunggu KPU pusat menetapkan hasil akhir penghitungan suasa. “Saya juga mengimbau kepada umat untuk senantiasa berdoa dalam kedamaian toleransi hidup kebersamaan. Tidak terpengaruh berita hoaks dan tidak turut serta dalam gerakan people power,” katanya.
Ditambahkan, dalam setiap pertemuan bersama umat, baik di kegiatan ibadah dan pertemuan dengan umat disampaikan secara tegas untuk tidak mudah terpancing. “Kita pengurus BKGK2 Kendal sepakat untuk tidak turut serta dalam kegiatan people power dengan alasan apapun,” imbuh pendeta muda ini.
Serupa dengan tokoh agama, Ketua GP Ansor Kendal Muhamad Ulil Amri meminta kepada sahabat Ansor dan Banser di Kendal untuk menciptakan kondisi sejuk dan damai. “Paska pemilu kami mengimbau kepada sahabat Ansor dan Banser untuk tetap menjunjung nilai demokrasi dan menyerahkan kepada KPU untuk menuntaskan tahapan pemilu,” katanya.
Ulil juga menolak tegas pengerahan massa dalam bentuk people power yang akan menghentikan tahapan pemilu secara inskonstisional. Ansor di tingkat kabupaten hingga ranting untuk menghormati proses demokrasi. “Jika tidak sesuai dengan harapan lakukan dengan jalur yang ada melalui jalan hukum bukan mengerahkan massa,” ujar Gus Ulil.