Duta Kesenian Kendal yang akan Tampil di TMII sudah Lakukan Pentas Gladi Bersih

Gladi bersih untuk pentas Duta Kesenian Kendal di TMII

0
201

Pemkab Kendal akan menggelar pentas seni di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta pada Sabtu (13/7/2019) malam. Pentas Duta Seni Kab Kendal ini menampilkan Wayang Orang dengan mengambil lakon “Pandadaran Sokalima”. Gladi Bersih sudah dilakukan pada Selasa (9/7/2019) malam di Pendopo Kab Kendal yang disaksikan para pejabat Pemkab Kendal.

Bupati Kendal dr. Mirna Annisa dalam sambutannya yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten kendal Moh. Toha berharap,  pementasan Wayang Orang tersebut dipersiapkan dengan baik, sehingga dalam pentas nanti bisa tampil maksimal dan menghibur. “Yang noton nanti bukan hanya warga Kendal, tapi banyak juga penonton dari sekitar Jakarta,” katanya.

Sekda Toha mengatakan, bahwa pagelaran ini dimainkan oleh para pemuda dan mahasiswa ISSI dari Kendal. Tujuannya untuk mengajak generasi muda supaya mencintai seni budaya tradisonal warisan nenek moyang dan ikut nguri-nguru atau melstarikannya. “Seni Budaya di Kabupaten Kendal banyak ragamnya, sehingga perlu digali lebih banyak lagi, sehingga nantinya Duta Seni dari Kabupaten kendal bisa tampil lebih variatif,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agus Rifai menjelaskan, pentas wayang orang melibatkan beberapa sanggar kesenian yang ada di Kendal, termasuk  para mahasiswa ISSI dari Kendal. Pentas budaya di TMII sudah lama menjadi agenda rutin tiap tahun. Pentas di TMII Jakarta juga akan disiarkan langsung melalui videotron dan live streaming youtube. “Bagi warga Kendal yang tidak bisa nonton langsung di TMII, maka bisa menyaksikan langsung melalui videotron atau melalui youtube di HP masing-masing,” jelasnya.

Sutradara pentas, Gembong Sapto Nugroho menjelaskan, bahwa cerita wayang yang dipentaskan berkisah para Pandawa dan Kurawa telah menyelesaikan pendidikannya kepada Danghyang Druna dan mereka pun dipertandingkan di hadapan seluruh rakyat Kerajaan Hastina. Puncak dari pertandingan ini adalah pertarungan antara Raden Permadi melawan Raden Suryaputra yang tidak lain adalah kakak sulungnya sendiri, yaitu putra Dewi Kunti dengan Batara Surya, sewaktu belum menikah dengan Prabu Pandu. Danghyang Durna melaporkan kelulusan para Pandawa dan Kurawa.

Adipati Dretarastra di Kerajaan Hastina memimpin pertemuan yang dihadiri oleh Resiwara Bisma, Dewi Gandari, Raden Yamawidura, Patih Sangkuni, dan Resi Krepa. Hadir pula Danghyang Druna yang melaporkan bahwa hari ini telah genap lima tahun para Pandawa dan Kurawa berguru ilmu perang kepadanya di Padepokan Sokalima. Semua ilmu telah diajarkan olehnya, meliputi seni menggunakan senjata, ilmu memimpin pasukan, ilmu mengatur siasat perang, serta bagaimana caranya merusak formasi barisan perang.

Danghyang Druna bercerita bahwa di antara murid-muridnya, Raden Permadi (Arjuna) adalah yang paling pandai dan berbakat, terutama dalam bidang panahan. Tidak hanya siang hari, bahkan di malam hari sekalipun ia rajin berlatih panah dalam kegelapan. Pernah suatu hari Danghyang Druna pura-pura diserang buaya di sungai. Para pangeran berlomba-lomba hendak menolong, namun hanya Raden Permadi yang dengan sigap dan cekatan mengambil busur dan panah untuk membidik si buaya. Durna menguji.