Tukang Patri Dan Jual Beli Emas Di Pasar Kendal

0
127

Keahlian mematri perhiasan emas, seperti kalung, cincin, gelang dan lain sebagainya butuh ketelatenan dan ketelitian.
Adalah Bapak subagyo seorang Tukang patri emas dan pemilik jual beli emas subagyo di pasar komplek timur pasar kendal, memulai usaha jual beli emas dan patri emas di tahun 2008 saat krisis moneter melanda Indonesia kala itu. Bapak subagyo sebelumnya bekerja sebagai Tukang patri emas di sebuah toko emas yang berlokasi di Semarang, dari tahun 1973 sampai 2008.Tiap hari harus melakukan perjalanan dari Kendal ke Semarang, dengan berdesak-desakan di Bis yang beraroma bau yang menyengat, asap rokok yang mengepul, kadang tidak dapat tempat duduk dan terpaksa harus berdiri membuat Bapak Subagyo merasa cape dan lelah. Bapak Subagyo memutuskan untuk berhenti bekerja. Dukungan dari Istri tercinta dan family bapak subagyo membuka kios patri dan jual beli emas di Kendal.
Memang usaha perhiasan emas yang digeluti oleh bapak subagyo bermula dari lingkungan keluarga dari Ayah, Pakde dan Paklik yang sudah berbisnis perhiasan emas dari tahun 1963 merupakan Usaha turun temurun. Bapak subagyo sangat paham naik turunnya harga emas. Emas itu harganya selalu merangkak naik, emas di tahun 1963 misalnya, per gram yang kadar 24 karat Rp. 500 rupiah ,tahun 1975 Rp. 4000,- tahun 2008 kisaran 35 ribuan dan di tahun ini sudah kisaran Rp. 530.000,- itu saja yang perhiasan emas 18 karat.
Bapak dari 4 anak ini , sudah berhasil menyekolahkan anaknya sampai bangku kuliah. Bahkam anak yang pertama sudah menjadi Guru Negeri di salah satu Sekolah menengah Atas di Kendal ini. Sedangkan yang lainnya masih kuliah dan yang terkecil baru lulus SMA .

Bapak subagyo tiap hari bisa melayani rata-rata 11 pelanggan jual beli emas, sementara untuk yang mematri emas rata-rata 5 orang pelanggan per harinya. Dengan ongkos yang bervariatif, tergantung dengan kerusakan emasnya. Dan yang pasti, bisa di tunggu atau di tinggal beberapa jam, karena memang pekerjaan mematri emas tidaklah pekerjaan yang mudah, butuh ketelitian.
Pengalaman Bapak Subagyo jual beli emas, pernah tertipu dengan modus yang bervariasi, Ceritanya, ketika Bapak subagyo buka kiosnya di pagi hari, ada orang bawa gelang ,katanya orang jakarta, mau menjual emas ada suratnya juga, sudah saya cek memang emas asli, saya menawar dan udah jadi, orangnya berkata…,Pak sebentar pak…saya bilang istri saya dulu di pasar yang sedang di dalam pasar …. (gelangnya dibawa)
Kemudian orangnya kembali lagi ke kios dan mengatakan kalau istrinya setuju. Sambil menyodorkan emasnya, dia berkata : Cepat pak …saya keburu-buru. Bapak subagyo membayar gelang itu sebesar 5 juta. Setelah orangnya pergi, Bapak subagyo mengecek kembali keaslian emas tersebut. Teryata bukan emas. Penipuan dengan bawa gelang yang asli dan satunya lagi yang imitasi.
Pengalaman yang menyenangkan ketika beli emas, biasanya Bapak suibagyo menunggu beberapa hari sampai emasnya terkumpul lumayan banyak, untuk di jual kembali dan ketika harga emas naik, Bapak subagyo untung lumayan besar. Tapi ketika harga turun mengalami kerugian.
Itulah pengalaman Bapak subagyo Tukang patri dan jual beli Emas di Pasar Kendal yang memang butuh ketelitian, kesabaran, Ketelatenan.

BAGIKAN