Pemkab Kendal Kembangkan Program Smart Village

Pemkab Kendal kembangkan Smart Village

0
189

Desa Kedunggading Kecamatan Ringinarum merupakan salah satu desi di Kabupaten Kendal yang sudah mulai menerapkan program Smart Village (Desa Smart). Program yang sudah dilaksanakan di antaranya memanfaatkan media sosial, seperti fesbuk dan youtube sebagai sarana komunikasi dengan warga. Di balai desa juga sudah dipasang finger print untuk absen para pegawainya.

Kepala Desa Kedunggading, Budiono mengatakan, pemanfaatan media sosial, selain untuk mempermudah komunikasi dan penyampaian informasi kepada warga, juga berdasarkan pertimbangan supaya warga desa yang berada di luar desa bisa tetap berkomunikasi dan mengetahui perkembangan desanya. “Warga kami kan banyak juga yang bekerja di luar negeri atau luar daerah yang juga ingin mengetahui perkembangan desanya,” katanya saat diskusi bersama Diskominfo Kendal, kemarin.
Kades Budi mengatakan, selama masa kepemimpinannya yang sudah berjalan 2,5 tahun ini, sudah meraih empat penghargaan di tingkat provinsi dan kabupaten. Menurutnya, prestasi yang diraihnya tidak lepas dari peran serta masyarakat dan kepedulian masyarakat yang cukup besar bagi kemajuan desa. Kepedulian masyarakat yang merasa memiliki ini terbangun karena adanya contoh nyata dari para perangkat desa yang terjun langsung di tengah-tengah warganya. “Kami selalu melibatkan warga, mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan dan evaluasi terhadap program-program desa. Perangkat desa juga terjun langsung, misalnya saat kerja bakti juga ikut kerja bakti, tidak hanya mengawasi,” ujarnya.
Menurutnya, jika masyarakat sudah merasa memiliki, maka secara otomatis akan mendukung program-program untuk kemajuan desa. Bahkan masyarakat rela berkorban, baik tenaga maupun materi. “Contohnya program penerangan jalan desa dan pengelaan sampah, warga secara sukarela mau swadaya,” katanya.
Menurut Sekretaris Diskominfo Kendal, Heri Wasito, apa yang telah dilakukan oleh Kepala Desa Kedunggading bisa dijadikan contoh bagi desa lainnya. Pasalnya, bahwa untuk membangun desa yang smart atau pintar, maka yang harus diubah  dulu adalah pola pikir warga, sehingga akan tumbuh rasa peduli dan merasa ikut memiliki. “Kalau warganya peduli, maka apa saja akan mudah dilakukan,” ujarnya.
Kabid Aptika Diskominfo Kendal, Danu Wicaksono mengatakan, bahwa konsep Smart City, bukan hanyu mencakup wilayah kota, namun mencakup seluruh wilayah, karena wilayah desa merupakan bagian dari kabupaten/kota. Dengan demikian ada sinkronisasi antara program Pemda dengan seluruh desa. “Konsep Smart City tujuannya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat. Diterapkannya aplikasi untuk memudahkan pelayanan masyarakatpun ditujukan untuk semua warga,” katanya.