Pembangunan Pabrik Baja di Kendal masih Terganjal RTRW

Rencana pembangunan pabrik baja di Kendal

0
423
Rencana pembangunan Pabrik Baja di wilayah Desa Pidodo Wetan Kec Patebon masih mengalami kendala. Pasalnya, sesuai Perpres Kedungsepur, kawasan tersebut ternyata masuk kawasan perlindungan mangrove. Oleh karena itu harus menunggu adanya revisi Perda RTRW yang sedang dibahas di DPRD Kendal.

Kabid Perizinan dan Non Perizinan pada DPMPTSP Kendal, Nanang Widiasmoro mengatakan, revisi Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) ditargetkan selesai di tahun 2019 ini. Pembahasan revisi Perda RTWR yang sudah masuk di Pansus DPRD itu tinggal menunggu persetujuan substansi dari Kementerian ATR BPN. “Saya kira pembahasan revisi Perda RTWR ini bisa selesai tahun ini,” ucapnya.
Nanang mengatakan, untuk sementara belum bisa memulai aktivitas pembangunan pabrik yang sebelumnya sudah direncanakan di tahun 2019 ini. Menurutnya, pembangunan pabrik tersebut bisa lebih cepat, jika proyek tersebut merupakan proyek strategis negara. “Ya belum berani melaksanakan pekerjaan apa pun, sebelum semuanya beres,” katanya.
Investor pembangunan pabrik baja ini adalah Hebei Bishi Steel Group, produsen baja asal China. Investasi yang akan ditanamkan untuk pabrik baja yang rencananya akan diberi nama PT Kendal Steel Indonesia senilai Rp. 35 triliun.