KNPI Kendal Ajak Pemuda Ikut Bangun Daerah

KNPI Kendal menggelar Sarasehan Pemuda bertema "Peran pemuda dalam mengisi kemerdekaan dengan membangun daerah

0
348
KNPI Kendal menggelar Sarasehan Pemuda dengan tema “Peran pemuda dalam mengisi kemerdekaan dengan membangun daerah”. Seminar yang digelar di Gedung Abdi Praja Pemkab Kendal pada Kamis 15 Agustus 2019 diikuti pengurus KNPI Kabupaten dan pengurus KNPI Kecamatan se Kab Kendal serta perwakilan pemuda dari berbagai organisasi kepemudaan di Kab Kendal.

Ketua KNPI Kendal, Nanang Husni Faruk berharap, para pemuda bisa mengambil peran apa saja yang bisa disumbangkan untuk membangun daerah Kendal. Para pemuda diharapkan ikut ambil bagian dalam berbagai bidang, baik bidang politk, ekonomi, sosial, lingkungan dan bidang lainnya. Semuanya perlu dipahami, sehingga potensi dan bidang-bidang yang ada bisa dijalani oleh pemuda.  “Dengan Seminar ini, harapannya para pemuda semakin semangat untuk menjadi pemuda yang handal,” harapnya.
Menurut Afidah dari Fatayat NU, bahwa pembangunan dimulai dari desa, demikian pula peran pemuda dimulai dari desa. Melaui desanya, para pemuda bisa ikut berperan dalam pembangunan. Tidak harus masuk sistem, seperti menjadi perangkat, tapi bisa melalui berbagai posisi strategis, seperti PKK, Karang Taruna dan lainnya. Dari situ, misalnya pemuda bisa mengusulkan penggunaan Dana Desa supaya tidak melulu untuk pembangunan atau infrastruktur, tapi bisa mengusulkan untuk pemberdayaan masyarakat. “Intinya KNPI harus mampu mempengaruhi kebijakan pemerintah, maka KNPI harus mampu menjadi otak gerakan pemuda,” ujarnya.
Sedangkan menurut Mustofa, aktivis dari Desa Tlogomili Kecamatan Plantungan, bahwa kemajuan daerah juga ditentukan oleh kreativitas dan peran serta masyarakat. Pasalnya, program pemerintah akan berjalan dengan baik, jika masyarakat ikut mendukung. Mustofa mencontohkan tentang permasalahan sampah yang masih sulit diatasi. Hal ini karena perilaku buruk masyarakat yang masih suka membuang sampah sembarangan tidak juga berubah. Masyarakat juga tidak ikut membantu mengatasi permasalahan sampah yaitu dengan memilah sampah organik dan unorganik. “Jadi, jangan terus menyalahkan pemerintah, sementara kita sendiri masih membuang sampah sembarangan dan tidak mau mengelola sampah dengan baik. Tiap desa harusnya membuat pengelolaan sampah atau bank sampah, sehingga tidak semua sampah dibuang begitu saja, maka bisa mengurangi sampah yang terus menumpuk,” jelasnya.
Kundarto selaku narasumber mengatakan, bahwa KNPI harus bisa menjawab tantangan generasi muda milenial yang eranya serba online, maka KNPI juga harus bisa menyuarakan visi mis, program dan ide secara online. Menurutnya, melalui media sosial pun cukup ampuh untuk memperjuangkan aspirasi kepada birokrat. “Kita bisa berjuang dari segala penjuru, seperti melalui fesbuk pu bisa masuk ke birokrasi pemerintah, tanpa harus bertemu langsung dengan pejabat atau perangkat daerah,” katanya.