Sepanjang 2019 di Kabupaten Kendal telah terjadi 132 Kebakaran

Sepanjang 2019 di Kabupaten Kendal telah terjadi 130 kebakaran

0
143
Sepanjang tahun 2019, sejak Januari hingga pertengahan September ini di Kab Kendal telah terjadi 130 kejadian kebakaran. Kasus kebakaran terbanyak terjadi pada bulan Juli ada 28 kejadian, bulan Agustus 24 kejadian dan bulan September ini sudah terjadi 18 kejadian. Dalam kejadian tersebut ada satu korban jiwa dan kerugian matrial yang cukup besar.

Kepala Bidang Kebakaran Satpolkar Kendal, Arif Masrukhin mengatakan, kejadian kebakaran paling banyak menimpa rumah ada 43 kejadian dan alang-alang sebanyak 42 kejadian. Penyebab kebakaran sekitar 75 persen akibat hubungan listrik arus pendek, sedanghkan yang lainnya akibat kompor gas dan sampah terbakar. Kendala saat pemadaman, terutama pada musim kemarau adalah sulitnya mendapatkan sumber air. “Kalau ada kendala kesulitan air, maka kami meminta bantuan PDAM,” katanya.
Sekretaris Satpolkas Kendal, Hasyim Trijoko mengatakan, untuk mengantisipasi kejadian kebakaran, pihaknya telah melakukan sosialisasi himbauan dengan memasang spanduk bertuliskan “Waspada Kebakaran” ke seluruh kantor kecamatan dan tempat-tempat strategis yang banyak dilihat orang. Spanduk tersebut juga disertai nomor telepon posko-posko Damkar yang ada di wilayah Kab Kendal. “Selain spanduk, juga stiker yang dibagikan kepada warga,” katanya.
Dikatakan, pada musim kemarau ini masyarakat dihimbau agar berhati-hati ketika membakar sampah dan jangan membuang puntung rokok sembarangan, terutama di lahan hutan. Pasalnya pada musim kemarau, ilalang, sampah atau kayu-kayu kering akan mudah terbakar. “Cukup banyak kejadian kebakaran ilalang akibat membakar sampah, maka jangan meninggalkan sampah ketika dibakar,” himbaunya.
Kasi Kesiapsiagaan Bidang Kebakaran, Ria Listiana Sari  menambahkan, pihak Damkar juga telah melakukan sosialisasi antisipasi kebakaran di beberapa kecamatan. Pada sosialisasi ini diberikan teori dan simulasi kebakaran untuk menghadapi api dini. Tujuannya agar masyarakat segera melakukan pemadaman ketika api masih kecil supaya tidak membesar. Sosialisasi juga dilakukan saat ada kunjungan dari lembaga atau instansi lain, seperti PAUD, ormas dan kelompok masyarakat lainnya. “Sosialisasi dilakukan di 10 desa dari 10 kecamatan. Untuk kunjungan sudah ada 75 yang datang ke kantor Damkar,” ujarnya.