Petani di Desa Sumur Brangsong tidak lagi Andalkan Tanaman Bengkoang

Potensi Desa Sumur Kec. Brangsong

0
81

Desa Sumur Kecamatan Brangsong dikenal sebagai penghasil tape singkong. Hal ini lantaran sebagian besar lahan pertanian banyak ditanami pohon singkong. Selain banyak warga yang membuat tape singkong, juga ada yang membuat opak singkong.

“Persawahan di Desa Sumur hanya mengandalkan pengairan tadah hujan, sehingga para petani lebih banyak menaman tanaman yang tidak banyak membutuhkan air, seperti singkong dan palawija,”  kata Sekretaris Desa Sumur, Muh Tasun.
Sekdes Muh Tasun mengatakan, bahwa Desa Sumur dulu dikenal sebagai daerah penghasil bengkoang. Namun seiring dengan berjalannya waktu, harga bengkoang semakin turun, sehingga para petani enggan untuk menaman bengkoang lagi. “Untuk tanaman bengkoang masih ada, tapi hanya memanfaatkan lahan milik perhutani,” katanya.
Dalam menncukupi kebutuhan air bersih, dulu masyarakat Desa Sumur mengandalkan sendang yang tidak pernah sat, walaupun musim kemarau. Sendang sedalam tiga meter tersebut menjadi sumber utama air bersih bagi warga. Namun setelah adanya Pamsimas, maka warga juga bisa mendapatkan air bersih dari Pamsimas.
Sekdes Muh Tasun berharap Desa Sumur semakin maju. Oleh karena itu terus berupaya untuk mengembangkan potensi desa dengan melakukan inovasi desa yang bisa meningkatkan pendapatan desa. Rencananya pada tahun 2020 sudah membangun BUMDes yang unit usahanya di antaranya pengelolaan sampah dan Pamsimas. “Kalau bidang olahraga, yang kelihatan maju adalah bulutangkis dan sepakbola, bahkan untuk sepakbola sudah masuk Divisi Utama Askab PSSI Kab Kendal,” pungkasnya.