Lagi-lagi, Rumah Warga di Desa Banyuurip Ngampel Disatroni Pencuri

Pencurian di rumah warga Desa Banyuurip Kec. Ngampel

0
106
Sri Mulyati (SM), seorang perempuan paruh baya tertangkap basah saat hendak mengambil barang di dalam rumah warga di Desa Banyurip RT 1 RW 6 Kecamatan Ngampel, Selasa (8/10/2019) sekitar Pukul 09.30 WIB. SM dipergoki oleh anak pemilik rumah ketika sedang membuka lemari. Tanpa ada perlawan pelaku langsung ditangkap, kemudian dibawa ke Balai Desa yang lokasinya persis di sebelah rumahnya.

Rohmi, pemilik rumah mengatakan, ketika kejadian rumah depan dalam kondisi sepi, karena sedang di rumah anaknya yang berada di belakang rumahnya. Pintu depan rumah terkunci, namun jendela samping rumah terbuka, sehingga pelaku dengan mudah masuk dalam rumah. “Yang mengetahui anak saya, melihat orang itu sedang membuka lemari,” katanya.
Tidak ada barang yang diambil, karena keburu ketahuan pemilik rumah. Setelah dimintai keterangan di Balai Desa, kemudian dibawa ke Polsek Pegandon untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.
Menurut keterangan dari Kanit Reskrim Polsek Pegandon, Aiptu Parno Kristanto, bahwa SM yang berdomisili di Desa Nolokerto Kecamatan Kaliwungu ternyata seorang residivis. Ia baru saja bebas dari penjara setelah menjalani hukuman 2,8 tahun di LP Wanita Bulu Semarang. Ia sudah tiga kali ditangkap karena mencari di wilayah hukum Polsek Pegandon. “Agustus kemarin baru saja keluar dari lapas. Dulu juga saya yang menangani,” katanya.
Sementara itu, Suwito, tetangga korban mengatakan, pada Sabtu lalu, rumah yang berada di sebelah barat Balai Desa juga dimasuki pencuri. Kejadiannya hampir sama sekitar pukul 10.00 siang. Sampai saat ini tidak ada yang mengetahui siapa pencurinya. “Kalau di situ yang diambil surat-surat berharga,” katanya.
Pelaku, kini ditahan di Polsek Pegandon untuk menjalani pemeriksaan. Ia diancam hukuman 3 tahun penjara, karena melanggar pasal 53 ayat 1 KUHP tentang percobaan tindakan pencurian.