Aksi damai warga Desa Nolokerto Tolak Gugatan Pihak Keraton Surakarta yang Klaim Lapangan Desa

Aksi damai warga Desa Nolokerto menolak gugatan pihak keraton yang mengklaim lapangan desa

0
112
Ratusan warga Desa Nolokerto Kecamatan Kaliwungu melakukan aksi damai untuk menolak gugatan dari pihak Keraton Surakarta yang mengklaim lapangan desa Nolokerto milik keraton. Lapangan tersebut terkena pembangunan jalan tol dan mendapat ganti rugi sekitar 12,4 miliar. Pihak keraton rupanya ingin meminta uang ganti rugi tersebut, dengan mengajukan gugatan ke pengadilan. Aksi damai pada Kamis 10 Oktober 2019 dilakukan untuk meminta dukungan kepada Pemkab Kendal agar ganti rugi lapangan yang terkena pembangunan jalan tol bisa diselesaikan dengan baik.

Koordinator Ketua Tim 21 yang mewakili masyarakat Desa Nolokerto, Mustahidin mengatakan, lapangan desa yang diklaim milik keraton terkena proyek pembangunan jalan tol dan mendapat ganti rugi sekitar 12,4 miliar. Namun tiba-tiba ada pihak dari keraton yang mengklaim lapangan tersebut milik keraton dan ingin menguasai uang ganti rugi tersebut. “Lapangan desa ini sudah 20 tahun dikelola desa, dan berdasarkan keterangan dari pihak BPN adalah tanah milik pemerintah, bukan milik keraton, sehingga kami menolak gugatan dari pihak keraton,” ujarnya.

Bupati Kendal Mirna Annisa bersma Kapolres Kendal, Dandim 0715 Kendal datang menemui warga untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut dengan mengundang pihak pengadilan, kejaksaan, BPN dan pihak keraton.

Bupati Kendal Mirna Annisa meminta kepada warga untuk mengikuti proses hukum yang masih berjalan. Pasalnya Bupati yakin jika gugatan itu akan dimenangkan pihak desa. Hal ini lantaran tidak ada bukti yang kuat atas klaim dari pihak keraton. Dikatakan, bahwa pada Desember 2018 sudah pernah membicarakan permasalahan ini, yang kesimpulannya berdasarkan keterangan dari pihak BPN, bahwa lahan tersebut adalah milik pemerintah. “Warga tidak usah khawatir, karena saya yakin pihak warga yang benar, jadi tidak usah ada demo-demo lagi,” pintanya.