Bupati Kendal Lantik 153 Kepala SD dan SMP Negeri

Pelantikan kepala sekolah di lingkungan Pemkab Kendal

0
78
Di lingkungan Pemkab Kendal sudah tidak ada lagi kepala sekolah yang merangkap tugasnya di sekolah lain. Hal ini setelah Bupati Kendal Mirna Annisa melantik 153 kepala sekolah pada Jumat (11/10/2019) di Aula Gedung Dinas PUPR Kendal. Dari 153 kepala sekolah yang dilantik terdiri dari 18 kepala SMP dan 135 kepala SD.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal, Wahyu Yusuf Ahmadi mengatakan,  sebelum pelantikan ini ada sekitar 20 kepala sekolah yang merangkap tugasnya di sekolah lain. Pihaknya berharap pejabat Kepala sekolah segara beradapsi dengan cepat dan melaksanakan tugasnya dengan baik. “Dari kepala sekolah yang dilantik itu, yang dipromosikan menjadi kepala SD ada 58 orang dan yang dipromosikan kepala SMP ada 6 orang,” katanya.
Wahyu mengatakan, bahwa kepala sekokolah yang dilantik adalah yang terbaik, karena sudah dilakukan melalui beberapa tahap, baik seleksi administrasi, kemudian substansi dan lulus diklat selama tiga bulan dengan hasil minimal memuaskan. Dikatakan, untuk Kab Kendal hasil seleksinya memuaskan dan sangat memuaskan. Untuk yang sangat memuaskan akan didorong untuk memeprkuat beberapa sekolah yang berada di wilayah terluar maupun terisolir untuk melakukan pembenahan-pembenahan. Untuk kepala sekolah yang berprestasi akan diprioritaskan untuk menempati di sekolah-sekolah inti.  “Penialaian terhadap kepala sekolah tiap tahun dilakukan untuk mengukur kinerjanya. Kepala sekolah yang indisipliner bisa juga dilakukan pencopotan,” katanya.
Wahyu mengakui, secara umum saat ini masih kekurangan guru, terutama guru olahraga dan guru Pendidikan Agama Islam. Namun masih bias disiasati dengan pemerataan penempatan. “Masalah kekurangan guru ini bukan hanya di Kendal, tapi hampir di semua daerah,” ujarnya.
Sementara itu Bupati Kendal Mirna Annisa Bupati Kendal Mirna Annisa meminta para kepala sekolah untuk menciptakan manajemen sekolah yang lebih baik. Selain itu, materi-materi yang diajarkan kepada para murid harus memperhatikan perekembangan teknologi dan kebutuhan pendidikan pada saat sekarang. Hal ini untuk  menghadapi revolusi industri 4.0 supaya tidak ketinggalan dengan negara lain. Di Kendal sendiri dengan adanya Kawasan Ekonomi Khusus yang nantinya banyak berdiri perusahaan asing, sehingga kemampuan berbahasa asing, terutama Bahasa Inggris, China dan Arab harus diperhatikan.
“Pemberian materi bahasa asing lainnya selain bahasa inggris perlu diterapkan di sekolah-sekolah. Hal ini akan meningkatkan kualitas dari SDM di Kendal terlebih pada saat dini sehingga saat memasuki revolusi industri 4.0, kualitas SDM Kendal dapat bersaing dengan tenaga dari asing,” ujarnya.
Bupati juga berharap untuk materi muatan lokal dan  budaya juga ikut ditingkatkan. Hal ini supaya generasi penerus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sopan santun yang menjadi ciri khas Bangsa Indonesia dan Budaya-budaya lokal Kabupaten Kendal. “Dalam pemberian materi lokal, misalnya wayang tidak sekedar mengenalkan tokoh-tokoh wayang, tapi harus diberi pengertian tentang nilai filosifisnya,” katanya.