VIU Indonesia Angkat Film Cerita Tradisi Kalang Obong

VIU Indonesia produksi film pendek di Kendal

0
161

Kooperasi Kabelan Film bersama VIU Indonesia mengangkat tema tentang tradisi Kalang Obong untuk dijadikan film pendek. Kerjasama yang didukung Pemkab Kendal ini diawali dengan Workshop Produksi Fiml Pendek VIU Shorts yang mengundang sinras muda Kendal dan komunitas-komunitas film di Kendal untuk membangun ekosistem perfileman. Kegiatan ini merupakan awal kerja Komisi Film Kendal sebagai fasilitator dalam ekosistem industri perfileman yang menghubungkan antara industri film, dalam hal ini VIU Indonesia dengan Pemkab Kendal sebagai regulator dan Kooperasi Kabelan Film dengan komunitas.

Ketua Tim Inisiasi Komisi Film Daerah Kendal, Ardian Joeniarko mengatakan, cerita tentang Kalang Obong merupakan naskah yang terpilih dari tiga naskah film hasil workshop pembuatan naskah film yang diadakan oleh VIU Indonesia. Dua naskah lainnya yakni cerita tentang sopir truk di jalur pantura dan cerita tentang pohon Kendal. Alasan dipilihnya cerita tentang Kalang Obong, selain ceritanya menarik, juga mengangkat tradisi lokal Kendal yang sudah ditinggalkan oleh generasi penerus dan mengenalkan potensi wisata Kendal.

“Ceritanya tentang sepasang anak muda. Yang cowok adalah youtuber yang tidak suka dengan tradisi yang dianggap kuno, sedangkan pacarnya dari keluarga yang masih mempertahankan tradisi Kalang Obong. Di situlah terjadi konflik pasangan muda tersebut yang akhirnya bisa diselesaikan oleh bapak dari si cewek yang berhasil memberikan pemahaman tentang pentingnya melestarikan tradisi budaya,” katanya saat jumpa pers di Tirtoarum Baru Kendal, Sabtu (12/10/2019).

Sementara itu, menurut Myra Suraryo dari VIU Indonesia, selaku Senior Vice President Marketing, bahwa cerita tentang Kalang Obong ini sesuai dengan visi misi VIU Indonesia yang ingin mengangkat kearifan budaya lokal yang unik, sehingga menarik untuk disajikan kepada dunia luar. Paslnya, film produksi VIU Indonesia ini akan ditayangkan di 17 negara untuk bersaing dengan karya film dari   negara-negara lain dalam ajang festival film internasional di beberapa negara. “Dasar utama cerita yang diangkat adalah menunjukan tentang cinta Kendal yang merupakan bagian dari cinta Indonesia. Selain itu ceritanya juga unik dan menarik untuk disajikan,” katanya.

Myra juga mengatakan, bahwa karya film yang disajikan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian. Maka melalui cerita Kalang Obong ini, potensi Kendal akan semakin dikenal, selain tradisi budaya, juga potensi wisata dan potensi lainnya. “Semoga film karya anak-anak Kendal ini bisa sukses pada festival film yang digelar di beberapa negara, seperti Jerman, Francis dan lainnya.

Dikatakan, bahwa VIU adalah jasa layanan video yang pusatnya di San Fransisco Amerika Serikat yang memiliki cabang di beberapa negara, termasuk VIU Indonesia. Hasil karya VIU ini akan diputar di beberapa negara dengan potensi penonton sekitar 40 juta penonton di dunia.  Melalui VIU Indonesia diharapkan dapat menjadi produsen konten kreatif film terbesar di dunia yang menyajikan tayangan yang terbaik dan bermutu. “Ke depan, agar para anak-anak muda Kendal terus berkreasi untuk bisa menyajikan karya film yang lebih baik lagi, sehingga bisa bersaing di tingkat internasional,” pungkasnya.