Tradisi Pasang Lampu Teng-tengan Peringati Maulid Nabi masih Marak di Kaliwungu

Tradisi memasang lampu teng tengan di Kaliwungu peringati Maulid Nabi Muhammad

0
77
Tradisi Teng tengan atau menghiasi rumah dengan berbagai macam lampion masih dilakukan masyarakat Kaliwungu dalam menyambut perayaan Maulid Nabi Muhammad. Lampion dengan berbagai bentuk dan warna-warni itu dipasang di depan rumah dengan ditambahi lampu-lampu kelap-kelip di sekitar rumah.

Pengrajin teng-tengan masih berada di Kampung Lurungsari Desa Kutoharjo. Menjelang perayaan Maulid Nabi, para pengrajin pun kebanjiran pesanan, karena banyak masyarakat yang mencari teng-tengan. Salah satu pengrajin teng-tengan, Susianto mengatakan, bahwa pada jaman dahulu, teng-tengan hanya berbentung bintang dan bangun ruang lainnya. Namun saat ini bentuk teng-tengan cukup beragam untuk menarik hati para pelanggan, seperti kapal-kapalan serta karakter kartun yang disukai anak-anak seperti Spongebob dan minion. “Harga teng-tengan ini sekitar 20 ribu hingga 40 ribu tergantung dari bentuk dan tingkat kesulitan proses pembuatan,” katanya.
Sementara itu, seorang pembeli teng-tengan, Gunawan mengatakan, bahwa pemasangan teng-tengan merupakan simbol Nabi Muhammad yang menjadi penerang bagi umat manusia dalam kegelapan, yang diwujudkan seperti lampu ten-tengan. “Kelahiran Nabi Muhammad itu membawa penerang bagi umat manusia dari zaman kegelapan, sehingga diibaratkan lampu teng tengan itu,” jelasnya.