Klinik Pratama Bina Waras BNNK Kendal sudah Diresmikan

Peresmian Klinik Pratama Bina Waras Badan Narkotika Nasional Kabupaten Kendal

0
92
Klinik Pratama Bina Waras Badan Narkotika Nasional Kabupaten Kendal telah diresmikan pada Selasa 12 November 2019 oleh Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah, Brigjen Pol. Dr. Benny Gunawan. Peresmian ini dihadiri Wakil Bupati Kendal Masrur Masykur, anggota Forkopimda Kendal dan instansi terkait serta para relawan BNNK Kendal.

Kepala BNNK Kendal, AKBP Sharlyn Tjahaya Primer Arie mengatakan, bahwa dibukanya Klinik Pratama Bina Waras BNNK Kendal ini merespon perkembangan permasalahan narkoba yang semakin meningkat di Indonesia. Oleh karena itu diperlukan keseriusan, khususnya penyediaan sarana prasarana layanan rehabilitasi bagi pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba di kendal. “Harapannya dengan adanya klinik ini, maka penanganan pasien rehabilitasi lebih optimal,” harapnya.
Adapun jenis layanannya meliputi, layanan fasilitas rehabilitasi rawat jalan untuk para pecandu atau korban penyalahgunaan narkoba, layanan assesmen medis, layanan konsultasi rehabilitas narkoba, layanan pembuatan surat keterangan hasil pemeriksaan narkotika untuk masyarakat umum dan instansi pemerintah. “Himbauannya, untuk pecandu yang ingin pulih agar tidak takut datang dalam mengakses klinik untuk memperoleh layanan rehabilitasi rawat jalan secara gratis,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kendal, Masrur Masykur berharap, agar BNN untuk menyebarluaskan keberadaan klinik rehabilitas yang dimiliki oleh BNN. Masyarakat juga harus diberitahu, bagi pecandu yang melaporkan diri ke BNN dan mau menjalani proses rehabilitasi tidak mendapatkan tuntutan pidana. “BNN harus terus memberitahu kepada masyarakat, jika pecandu yang melaporkan diri untuk direhabilitasi itu tidak akan dikenai tuntutan pidana,” katanya.
Kepala BNN Provinsi Jawa tengah, Brigjen Pol Benny Gunawan mengatakan, jumlah pengguna narkoba di Jawa tengah merupakan peringkat kelima di tingkat nasional. Sebagian besar para pecandu narkotika merupakan generasi muda, termasuk di Kabupaten Kendal sendiri yang paling banyak menjadi pecandu yakni para pelajar. “Dengan adanya klinik rehabilitasi ini, dapat membantu masyarakat Kendal dan sekitarnya untuk mendapatkan perawatan atau rehabilitasi supaya bisa sembuh dari ketergantungan narkoba,” harapnya.