Forum Pengurangan Resiko Bencana Kendal sudah Terbentuk

BPBD Kendal bentuk Forum PRB Kendal

0
86
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kendal, Slamet, terpilih menjadi ketua Forum
Pengurangan Resiko Bencana (PRB) Kabupaten Kendal. Forum PRB ini dibentuk oleh BPBD Kendal pada Kamis 28 November 2019 di Tirtoarum Kendal. Forum PRB ini melibatkan masyarakat dan dunia usaha.

Slamet mengatakan, selanjutnya segera menyusun kepengurusan untuk dilakukan pengukuhan. Kemudian akan menyusun program kerja, sehingga Forum PRB Kendal bisa segera melaksanakan kegiatan. “Kepengurusan Forum PRB ini periodik, bisa empat tahun atau tiga tahun, nanti tergantung kesepakatan bersama,” katanya.
Dikatakan, sebelum dibentuk Forum PRB, pihak BPBD Kendal telah menggandeng para relawan dalam penanganan bencana. Dalam menghadapi musim penghujan nanti, pihaknya sudah melakukan persiapan, yaitu melakukan rapat koordinasi untuk mengantisipasi bencana, seperti banjir, longsor dan angin puting beliung. Selain itu juga telah melakukan sosialisasi kepada warga melalui perwakilan yang dilakukan di tiap-tiap kecamatan. Dalam waktu dekat BPBD Kendal akan mengadakan Apel Siaga Bencana yang tujuannya untuk memberikan kepastian kepada masyarakat, bahwa Pemkab Kendal siap menghadapi ancaman atau resiko bencana pada musim penghujan mendatang. “Puncak musim hujan diprediksi pada Januari dan Februari 2020,” katanya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jateng, Retno Widyastuti mengatakan, bahwa Provinsi Jawa Tengah pada umumnya mempunyai potensi terjadinya bencana. Ancaman bencana di Jawa Tengah di antaranya banjir, tanah longsor, gelombang ekstrim dan abrasi, gempa bumi, tsunami, gagal teknologi, kekeringan, letusan gunung api, angin, kebakaran dan bencana sosial. “Potensi terjadinya bencana di Kabupaten Kendal ini hampir sama dengan di Jawa Tengah, oleh karena itu bagi Pemerintah Kabupaten Kendal agar bisa menurunkan resiko bencana,” katanya.
Retno mengatakan, sesuai amanat UU nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, bahwa penyelenggaraan penanggulangan bencana tidak dilakukan sendirian, namun melibatkan stakeholder lainnya. Tugas penanggulangan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, namun juga seluruh masyarakat. “Oleh karena itu perlu dibentuk Forum PRB supaya penanganan bencana bisa dikoordinasikan dengan baik,” ujarnya
Ketua Forum PRB Jawa Tengah, Juni E Nugroho mengatakan, bahwa keberadaan Forum PRB ini sangat penting. Pasalnya, kerugian yang ditimbulkan akibat bencana sangat besar. Dengan adanya Forum PRB yang bergerak bersama, baik pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, maka resiko dan kerugian akibat adanya bencana bisa diminimalisir. “Jadi, kita tidak boleh takut dengan bencana, namun kita harus siap mengantisipasi supaya bisa mengurangi resiko akibat terjadinya bencana, maka melalui Forum PRB ini harus melakukan sosialisasi kepada semua masyarakat,” harapnya.