Kades Sojomerto Nilai Bupati Mirna paling Berhasil Bangun Jalan di Kabupaten Kendal

Shalat berjamaah bersama Bupati Mirna di Masjid Desa Sojomerto

0
86
Kepala Desa Sojomerto, Mawardi mengatakan, saat ini di wilayah desanya tinggal menyisakan jalan yang menghubungkan Dusun Sumyak – Seneng yang belum diperbaiki. Oleh karena itu, jika jalan tersebut bisa diselesaikan di tahun 2020, berarti kepemimpinan bupati yang sekarang ini berhasil.
“Menurut Saya, pada kepemimpinan Bupati Mirna adalah yang berhasil memperbaiki jalan yang terbanyak, terluas, terpanjang di Kabupaten Kendal,” katanya saat acara dialog dengan Bupati Mirna, usai shalat berjamaah di masjid Desa Sojomerto, Kamis (27/11/2019).
Bupati Mirna mengatakan, bahwa membangun Kabupaten Kendal, seperti memperbaiki infrastruktur jalan merupakan tanggung jawabnya. Namun mengingat wilayah Kabupaten Kendal cukup luas, sehingga untuk menyelesaikan program pembangunan tidak bisa dilaksanakan secara bersamaan. Kabupaten Kendal terdiri dari 20 kecamatan yang semuanya harus mendapatkan perhatian yang merata.
“Kalau Saya dikatakan berhasil membangun Kabupaten Kendal ya Alhamdulillah. Tapi yang jelas, Saya hanya menjalankan amanah sesuai yang diharapkan masyarakat,”ucapnya.
Yang cukup menarik dalam dialog yang dihadiri ratusan warga adalah ketika seorang Riadi dari Dusun Klantung yang meminta kepada Bupati Mirna agar bisa membangun kelas baru di SD yang jumlah muridnya terlalu banyak. Riadi berharap lahan bekas peninggalan Belanda di dekat sekolah bisa digunakan untuk membangun kelas baru.
Menanggapi permintaan tersebut, saat itu juga Bupati Mirna langsung meminta kepada dinas terkait untuk mengecek status lahan tersebut. Pasalnya status lahan tersebut harus jelas terlebih dahulu supaya tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari. “Saya minta besok pagi, nanti dari dinas datang ke Pak Kades dan Pak Camat untuk mengecek lokasinya,” kata Bupati Mirna.
Pada kesempatan itu Bupati Mirna juga meminta kepada seluruh warga untuk menjaga lingkungan hutan dan sungai supaya tetap terjaga. Dikatakan, bahwa terjadinya kerusakan sungai disebabkan karena kondisi alam yang tidak dipelihara dengan baik. “Jangan menebang pohon di hutan sembarangan, maka harus dijaga dan yang bisa menjaga lingkungan, seperti hutan ya warga sendiri,” katanya.