Pemkab Kendal Buka Seleksi untuk 4 Jabatan Kepala OPD

Pemkab Kendal buka seleksi jabatan untuk 4 kepala OPD

0
61


Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal pada bulan Desember 2019 melakukan lelang jabatan atau seleksi terbuka untuk empat jabatan pimpinan tinggi pratama atau jabatan eselon II. Keempat jabatan itu adalah Kepala Inpektorat, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasitka, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Seleksi jabatan itu dilakukan karena tiga jabatan selain Inspektorat masih kosong. Sedangkan untuk Inspektorat masuk dalam evaluasi atau penilaian pejabat yang sudah menduduki jabatan selama dua tahun atau kurang sedikit.

Sekda Kendal, Moh Toha mengatakan, seleksi empat jabatan tersebut terbuka untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kendal maupun dari luar. Pendaftaran seleksi mulai 25 November – 9 Desember 2019.  Yang bisa mengikuti seleksi jabatan eselon II tersebut adalah pejabat eselon IIIA maupun IIIB dan pejabat fungsional. Untuk eselon IIIA minimal sudah dua tahun dan IIIB minimal tiga tahun. Syarat lain adalah sudah mengikuti diklat pimpinan (Diklatpim) III. Sedangkan untuk pejabat fungsional jauh lebih mudah minimal golongan IVA.  “Kami sudah mengumumkan kepada ASN, baik internal maupun eksternal dan sosialisasi langsung dengan mengundang sekitar 80 pejabat struktural dan 30 pejabat fungsional” katanya saat dikonfirmasi paga Jumat (29/11/2019).
Dikatakan, masing-masing jabatan, minimal harus ada empat peserta yang memenuhi syarat. Nanum jika kurang dari 4 orang ataui belum ada yang mendaftar, maka akan dilakukan penunjukkan pejabat yang sudah sesuai persyaratan untuk mendaftar. “Hal ini untuk mengantisipasi supaya jabatan yang kosong itu segera terpenuhi,” katanya.
Moh Toha menyatakan, Pemkab sudah membentuk panitia seleksi (Pansel) yang terdiri lima orang yaitu berasal dari pejabat propinsi, dua orang dari akademisi yakni Undip, satu tokoh masyarakat Kendal dan  Sekda Kendal sebagai sekretaris pansel. Selain seleksi dilakukan Pansel, juga ada seleksi dari pihak luar, seperti tes kesehatan dilakukan rumah sakit. Untuk tes manajerial Pemkab Kendal menggandeng Mabes Polri. Sedangkan tes seperti membuat makalah, uji gagasan, wawancara dilakukan oleh Pansel.
“Tahapanya seleksi memang cukup panjang. Tes di Mabes Polri dilakukan dua hari, begitu juga dengan tes kesehatanya dua hari. Yang Pansel bisa tiga hari, satu hari untuk membuat makalah dan dua hari untuk presentasi. Tergantung jumlahnya yang ikut seleksi. Karena biasanya untuk tes satu orang bisa makan waktu setengah jam. Bisa sampai malam itu tesnya,” tandasnya.
Moh Toha menambahkan, seleksi ini pengganggaranya 2019, sehingga akhir tahun harus sudah selesai. Untuk pelantikannya bisa dilakukan tahun 2020, tergantung dari Komisi ASN, karena harus mendapat persetujuan ke komisi ASN sebelum dilakukan pelantikan. “Nantinya empat terbaik dari masing-masing jabatan akan diserahkan ke bupati,” katanya.