Anggaran Pendapatan di APBD Kendal Tahun 2020 Disetujui Sebesar Rp. 2,3 Triliun

Rapat Paripurna tentang Persetujuan bersama Rancangan APBD Kendal Tahun 2020

0
83
Rancangan APBD Kendal tahun anggaran 2020 telah disetujui bersama pada Rapat Paripurna DPRD Kendal, Jumat (29/11/2019) malam di ruang paripurna DPRD Kendal. Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Kendal, Muhammad Makmun dihadiri 38 anggota dewan, Wakil Bupati Kendal Masrur Masykur dan pejabat Pemkab Kendal.

Dalam laporan Badan Anggararan DPRD Kendal yang dibacakan oleh Kepala Bagian Umum DPRD Kendal, Suci Indar Mulyani disampaikan,  bahwa sebelum dilakukan pembahasan, untuk pendapatan sebesar  Rp. 1.979.271.202.634,- dan untuk pengeluaran/belanja sebesar Rp. 2.076.270.202.634,-.
Setelah dibahas bersama antara legislatif dan eksekutif, baik pendapatan maupun pengeluaran mengalami peningkatan signifikan, yaitu untuk pendapatan daerah mengalami peningkatan sebesar Rp. 358.920.420.000,-. sehinga secara keseluruhan menjadi sebesar Rp. 2.338.191.622.634,-. Adapun gambaran proyeksi pendapatan daerah Kab Kendal tahun 2020 disepakati untuk pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp. 425.302.413.634,-. Sedangkan untuk dana perimbangan sebesar Rp. 1.381.807.518.000,- dan untuk lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp. 531.081.691.000,-.
Pengeluaran atau belanja daerah mengalami peningkatan sebesar 372.479.251.210,-. Dengan demikian secara keseluruhan untuk belanja daerah menjadi sebesar 2.451.750.453.844,-. Untuk belanja tidak langsung sebesar Rp. 1.562.405.845.128,- dan belanja langsung sebesar Rp. 888.923.108.716,-.
Berdasarkan usulan dan rekomendasi dari TAPD Kabupaten Kendal  dan komisi-komisi serta hasil pembahasan Badan Anggaran dan TAPD, maka Badan Anggaran dan TAPD telah menyetujui bersama penambahan anggaran pada masing-masing OPD. Untuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mendapat tambahan anggaran sebesar Rp. 9.934.106.800,- yang diprioritaskan untuk pelaksanaan kegiatan. Untuk Dinas Kesehatan berkurang sebesar Rp. 12.650.000.000,-, Namun kemudian dilakukan penambahan kembali sebesar Rp.   5.955.000.000,-. Dinas PUPR mendapat pengurangan sebesar Rp. 1.200.000.000,-, kemudian mendapat penambahan sebesar Rp. 680.000.000,-. Dinas Lingkungan Hidup mengalami penambahan anggaran sebesar Rp. 200 juta. Demikian pula untuk OPD lainnya juga mengalami penambahan yang besarnya berbeda-beda.
Plt. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Ahmadi mengatakan, bahwa penambahan anggaran pada dinas yang dipimpinnya lebih banyak digunakan untuk kegiatan tenaga pendidik honorer. Menurutnya, walaupun ada pengurangan anggaran, namun untuk kegiatan yang kaitanya dengan tenaga pendidik honorer lebih diutamakan. “Kegiatan tenaga pendidik honorer ini diupayakan sama dengan tahun sebelumnya, karena tujuannya untuk kesejahteraan guru honorer,” katanya.
Terkait dengan adanya penutupan TPA Pagergunung, anggota Komisi C DPRD Kendal, Tri Purnomo mengatakan, dialokasikan anggaran sebesar Rp. 200 juta. Hal ini untuk mengatasi permaslahan pembuangan sampah akibat diutupnya TPA Pagergunung, sehingga harus dibuatkan TPA yang baru. “Untuk pengalihan TPA Pagergunung yang ditutup itu telah dianggarkan sebesar Rp. 200 juta,” katanya.