Pemkab Kendal telah Tetapkan Kecamatan Sukorejo dan Patean sebagai Penghasil Minyak Atsiri

Penyerahan bantuan Program Desa Sejahtera Astra di Desa Ngargosari, Sukorejo

0
97

Bupati Kendal Mirna Annisa telah menetapkan Kecamatan Sukorejo dan Patean sebagai wilayah penghasil minyak atsiri. Hal itu agar hasil dari pohon cengkeh dan sereh yang tumbuh subur di dua kecamatan itu tidak hanya dijual dalam bentuk barang mentah saja namun dapat diolah menjadi produk yang mempunyai nilai tinggi.

Bupati Mirna mengatakan bahwa penetapan ini bermula saat dirinya bertemu dengan pengusaha minyak atsiri asal Kendal yakni Khafidz Nasrullah. Dari situ diketahui bahwa daun pohon cengkeh dapat diolah menjadi minyak atsir sehingga masyarakat di dua kecamatan tersebut diberdayakan tidak hanya memetik cengkeh saja namun juga membuat minyak atsiri.

“Saya berharap masyarakat tidak hanya mengolah saja namun tetap memikirkan persediaan pohon cengkeh untuk dapat terus diolah menjadi minyak atsiri,” katanya

Bupati Kendal Mirna Annisa mengatakan bahwa minyak atsiri merupakan salah satu komoditas yang diburu oleh seluruh dunia. Minyak yang dapat diperoleh dari proses pengolahan dari daun cengkeh dan sereh itu menjadi salah satu bahan pembuatan parfum hingga produk kosmetik.  Bantuan yang diberikan dari Astra ini juga merupakan usaha dari mas Khafidz.”Ternyata barang yang diburu seluruh dunia banyak ditemukan di Kendal. Pasarnya tersebar hampir seluruh dunia. Sehingga kebutuhan minyak atsiri cukup banyak,”  ujarnya dalam sambutan penyerahan bantuan Program Desa Sejahtera Astra di Desa Ngargosari, Sukorejo, Rabu (4/12/2019).

Sementara itu Diah Suran Febrianti, Deputy Head of Environment and Social Responsibility Division, PT Astra International mengatakan, bahwa Kabupaten Kendal menjadi kabupaten pertama yang pihaknya memberikan bantuan peningkatan kesejahteraan desa melalui kewirausahaan di bidang minak atsiri. Dalam kegiatan itu pihaknya memberikan bantuan berupa pembuatan rumah pengolahan minyak atsiri dan gudang penyimpanan. Bantuan itu pihaknya memberikan kepada 10 desa yang aktif melakukan produksi minyak atsiri. Yakni 7 Desa di Kecamatan Sukorejo dan 3 Desa di kecamatan Patean

“Program ini kami mulai pada Bulan Juli 2019. Kami akan lakukan pedampingan hingga tahun 2020. Dalam kurun enam bulan ini sudah terjadi kenaikan produksi yakni yang semula menghasilkan minyak seberat 10 ton, sekarang menjadi 20 ton satu bulan. Semula yang petani yang aktif memroduksi minyak atsiri hanya 100 orang saat ini sudah 3000 petani,” katanya
Pihaknya berharap dengan pengembangan pengolahan minyak atsiri ini dapat meningkatkan kesejahteraan para petani cengkeh dan sereh. Hal itu karena peluang pemasaran minyak atsiri cukup besar di pasar internasional.
“Harapannya kedepan wilayah ini menjadi centra pengembangan minyak atsiri dan menjadi pusat pembelajaran minyak atsiri,” tuturnya