Akibat sering Turun Hujan, Sekitar 2.000 Hektar Tanaman Padi di Wilayah Kendal Terendam Banjir

Sekitar 2.000 hektar tanaman padi di wilayah Kendal terendam banjir

0
155
Hujan yang mulai sering turun sejak awal tahun baru 2020 menyebabkan sekitar 2.000 hektar tanaman padi di wilayah Kendal yang baru ditanam terkena banjir. Tanaman padi yang terkena banjir tersebar di tiga kecamatan yakni Kendal, Patebon, dan Brangsong. Akibatnya, padi baru ditanam itu terancam mati.

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kendal Tardi mengatakan, padi yang terendam sebaian besar di Kecamatan Kota Kendal sekitar 1.200 hektar dan sisanya di Kecamatan Patebon dan Brangsong. “Yang di Patebon wilayah yang terkena banjir berada sebelah utara jalur pantura seperti di Desa Wonosari dan sekitarnya,” katanya.
Tardi mengatakan, tanaman padi yang terkena banjir berusia antara tujuh hari hingga 20 hari. Ketinggian air yang menggenangi lahan pertanian bervariasi antara 50 sentimeter hingga satu meter. “Beberapa sawah di Desa Wonosari, Kelurahan Karangsari, padinya bahkah tenggelam karena kebanjiran, semuanya rusak karena terendam air lebih dari delapan hari,” jelasnya.
Dikatakan, karena tanaman padinya rusak, maka petani harus menyiapkan benih untuk ditanam lagi. Dari 2.000 hektar sawah dibutuhkan sekitar 60 ton benih padi untuk ditanam. “Untuk Kecamatan Kendal, lahan satu hektar  rata-rata harus ditanam benih sekitar 50 kilogram, karena petani harus menanam lebih banyak benih,” katanya.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, mengatakan, pihaknya akan mengamati terlebih kondisi padi yang terendam banjir. Seandainya terjadi puso, petani yang mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) akan mendapat ganti rugi Rp 6 juta per hektar. Kami juga akan mengusahakan melalui Cadangan Benih Nasional untuk membantu petani yang tanaman padinya rusak terendam banjir,” pungkasnya.