Sekitar 150 Peserta Ramaikan Kontes Mentok di Cepiring

Paseduluran Pecinta Entok Kendal gelar Muscovy Duck Contest 2020

0
125

Sekitar 150 hewan mentok meramaikan event Muscovy Duck Contest yang digelar di halaman Gedung Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia di Botomulyo Cepiring, Minggu (12/1/2020). Peserta tidak hanya dari Kabupaten Kendal, namun banyak juga peserta dari daerah lain, di antaranya Semarang, Batang, Pekalongan, Demak, Purwodadi, bahkan ada peserta dari Jawa Timur, seperti Kediri dan Madiun.

Ketua panitia, Heri mengatakan, kegiatan yang baru pertama digelar ini diadakan oleh komunitas pecinta hewan mentok yang tergabung dalam Paseduluran Entok Kendal (Pedal). Dikatakan, selama ini hewan mentok hanya dikenal sebagai hewan potong untuk dimakan, padahal, mentok juga bisa dijadikan hewan peliharaan untuk hiasan di halaman rumah, karen memiliki keindahan, seperi bulu dan cara berjalan. “Mentok ini termasuk hewan rumahan yang jinak, sehingga banyak dipelihara di rumah-rumah,” katanya.
Heri mengatakan, kategori lomba terbagi menjadi dua, yaitu kriteria kelas berat badan dan kelas kontes atau keindahan. Masing-masing kelas dibagi menjadi kelompok jantan dan betina. “Kalau kategori berat badan, pemenangnya itu yang paling berat ketika ditimbang, tetapi kalau kelas kontes penilaiannya meliputi keindahan bulu, warna bulu, postur tubuh secara keseluruhan, mulai dari kepala, badan hingga kaki,” jelasnya.
Pembina Pedal, Fauzia ur Fajar mengatakan, kegiatan ini diadakan untuk menjalin komunikasi dan silaturahmi para pecinta hewan mentok. Melalui kegiatan ini, maka bisa saling bertukar pikiran atau sharing tentang hewan mentok. “Selain menambah saudara, kami juga bisa bertukar pikiran untuk menambah wawasan banyak hal tentang hewan mentok,” ujarnya.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dipertan Kendal, Eko Dwi Jatmiko mengatakan, tiap hewan yang dilombakan harus diperiksa kesehatannya. Hal ini untuk mencegah adanya penularan penyakit, jika hewan tersebut tidak sehat atau terkena penyakit. “Semua sudah diperiksa kesehatannya dan semuanya dalam kondisi sehat,” ucapnya.
Eko berharap dengan adanya kegiatan ini, Kendal, terutama Desa Botomulyo bisa menjadi daerah sentra ternak hewan mentok. Sampai saat ini di wilayah Kendal belum ada peternak hewan mentok, namun hanya dipelihara sebagai hewan peliharaan di rumah-rumah. Ia mengatakan, selama ini di Kendal, bahkan Jawa tengah baru pertama kalinya digelar kontes mentok. “Populasi hewan mentok di Kendal sekitar 5.000 ekor yang dipelihara di rumah-rumah. Kami berharap Desa Botomulyo ini bisa menjadi sentra ternak hewan mentok, selain banyak yang memelihara mentok juga ada olahan daging mentok,” pungkasnya.