SMK Harapan Mulya Adakan Pelatihan Public Speaking untuk Menyongsong Revolusi Industri 4.0

0
379

Pelatihan public speaking yang diselenggarakan SMK Harapan Mulya berakhir pada Kamis (26/12/2019). Sekitar 40 siswa dilatih untuk praktik berbicara di depan umum. Acara berlangsung sejak 26 Desember 2019 selama lima hari, kemudian jeda untuk ujian tengah semester, dilanjut kembali pada tanggal 7-13 Januari 2020 dari pukul 08.00-12.00 WIB.
“Pada awalnya, peserta pelatihan ada lebih dari seratus siswa, kemudian lama-lama menyusut, kita saring yang terbaik. Karena setiap anak mempunyai kamampuan masing-masing. Kita tidak bisa memaksa anak untuk jadi presenter semua. Yang penting siswa minat,” jelas Ari Sandi, ketua pelaksana public speaking.
Tidak ada syarat khusus untuk mengikuti kegiatan public speaking ini. Peserta berasal dari semua jurusan, mulai dari Teknik Kendaraan Ringan Otomotif, Teknik Bodi Otomotif, Teknik Bisnis Sepeda Motor, Teknik Komputer dan Jaringan, Tata Busana, dan Grafika.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk memfasilitasi siswa agar nanti sebelum lulus, mereka punya kemampuan berbahasa yang mumpuni dan percaya diri terhadap potensi yang mereka miliki. Era sekarang ini, perusahaan menginginkan anak-anak yang luar biasa dan komunikatif dalam rangka menyongsong revolusi industri 4.0.
Pelatihan public speaking dilaksanakan di dalam laboratorium SMK Harapan Mulya. Setelah pelatihan selesai, siswa masuk ke kelas-kelas untuk dievaluasi oleh tim guru. Tindak lanjut dari kegiatan ini adalah siswa dilibatkan dalam acara-acara sekolah seperti gelar karya, parenting, dan kegiatan jurusan untuk menjadi pembawa acara maupun penampil.
Peserta antusias dalam mengikuti pelatihan public speaking ini. Pada hari terakhir, mereka melakukan praktik berbicara untuk sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
“Seru. Kelas sepuluh, sebelas, dan dua belas bisa kumpul semua, bisa kenal satu sama lain. Pengennya setiap tahun ada terus, biar kalau nanti saya sudah tidak di SMK, adik-adik saya bisa meneruskan jejak-jejak saya,” ujar salah satu siswa.
Ari Sandi mengatakan bahwa acara yang diadakan tiap tahun itu telah mencetak anak-anak yang hebat, berani berbicara di depan publik, hingga ada yang menjadi presenter. Inti dari kegiatan ini adalah melatih siswa untuk berbicara, karena sekarang banyak orang pintar tetapi tidak berani mengucapkan apa yang harus diucapkan. Jadi, SMK Harapan Mulya bemberikan bimbingan dan arahan kepada siswa supaya mereka berani unjuk diri dan mempunyai daya jual.
Ananda/UNS

BAGIKAN