Awalnya Diremehkan, Bisnis Underwear Nyatanya Cukup Menjanjikan

0
1233

Sing betah dadi lurah. Entuk sithik ya dipangan sithik, entuk akeh ya dipangan sithik, ben turah. Hidup adalah perjalanan, tugas manusia adalah berjalan dengan penuh semangat dan ketekunan. Begitu kata Solekhan, pemilik Dhanan Jaya Underwear Collections. Ia merintis usaha tersebut sejak tahun 2007 bersama sang istri dan dibantu seorang asisten. Usaha ini telah memiliki sejumlah reseller yang juga memasarkan produk melalui situs online.

Rumah sekaligus tempat meyimpan barang dagangannya, beralamat di Jalan Masjid, RT 05 RW 01, Bandengan, Kendal. Ia juga membuka lapak dagang setiap hari di Pasar Kendal bagian tengah. Khusus hari Minggu, Solekhan menggelar usahanya di Car Free Day, tepatnya di sekitar Taman Garuda.

Kebanyakan orang mungkin memandang sebelah mata pada pedagang pakaian dalam wanita. Tapi nyatanya, dengan modal 2 juta rupiah, perputaran uang pada bisnis Solekhan kini mencapai 300 juta rupiah. Omzet yang ia peroleh variatif, rata-rata 2 juta per hari untuk yang ada di pasar dan 5 juta saat Car Free Day. Sedangakan rekan-rekan reseller biasanya menyetorkan 2-3 juta setiap pekan. Solekhan memprioritaskan usahanya di wilayah Kendal, namun ia juga pernah mengirim barang ke Bali, Kalimantan, hingga Aceh melalui penjualan online.

Uniknya, di Dhanan Jaya Underwear Collections, kita bisa menemukan pakaian dalam harga pelajar hingga harga pejabat dengan pilihan warna yang beragam dan menggemaskan. Solekhan tampaknya sangat piawai dalam menebak selera masyarakat.

Tidak terpikir sebelumnya bahwa ia akan membuka usaha pakaian dalam wanita. Itu hanya spontanitas belaka, katanya saat ditemui di Pasar Kendal pada Selasa, 14 Januari 2020.

“Orang hidup itu kan harus makan. Makan itu harus dicari, lewat bekerja,” ungkap Solekhan kepada tim Radio Swara Kendal.

Solekhan sudah ikut orang tuanya berdagang sejak kecil. Satu hal yang paling memotivasi Solekhan hingga bisa sampai seperti sekarang adalah mereka. Ia menyadari bahwa ia tidak bersekolah tinggi dan keahliannya hanya berdagang.

“Pokoknya bagaimana cara agar saya bisa membahagiakan orang tua saya yang dulu sengsara. Jadi saya mencoba, mungkin dengan ini saya bisa membahagiakan orang tua, meskipun hanya melihat dan merasakan bahwa anaknya bisa suskses dan mandiri,” ujarnya.

Kebanggaan dan kesenangan itulah yang membuat orang tuanya menjadi bahagia. Menurutnya, keridaan Tuhan itu tergantung pada rida orang tua, begitu juga dengan murka-Nya. Jadi, saat ia tidak bisa sekolah, ia hanya berpatokan pada doa orang tua.

Hidup tentu penuh dengan tantangan. Ia bercerita, tantangan terbesar yang dihadapi dalam menjalankan suatu usaha adalah angan-angan. Baginya, angan-angan yang ada di depan mata adalah tantangan yang harus dituju. Tidak ada tantangan yang tidak harus dilewati menurut Solekhan. Tuhan telah menciptakan manusia dan mendidiknya lewat perantara-perantara, maka ia berusaha. Melalui usaha yang diiringi dengan kemauan dan kemampuan, ia yakin bahwa ia bisa.

Meskipun sibuk berdagang, Solekhan menyiapkan waktu khusus untuk rekreasi atau menonton film bersama istri setiap akhir pekan. Otak dan tenaga boleh dikuras saat bekerja, tetapi jangan lupa untuk disegarkan kembali, begitu menurut laki-laki yang gemar bercanda ini.

Menurutnya, berdagang itu seni. Jika pikiran suntuk dan wajah cemberut di depan pembeli, itu bisa menghalangi rezeki. Ia selalu menganggap bahwa pergi ke sana ke mari membawa barang dagangan sebagai hobi. Jadi, pikiran tetap segar dan tidak terbebani.

Ayah dua anak itu berharap usahanya bisa bermafaat, baik untuk keluarga, masyarakat, dan orang-orang di sekitarnya. Ia ingin membesarkan usaha ini dengan tujuan membuka lapangan pekerjaan bagi orang-orang di desanya sekaligus menularkan ilmu yang didapat dari perjalanan hidupnya.

Pesan Solekhan kepada siapa saja yang sedang merintis usaha adalah sabar dan tawakal. Hiduplah dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas.

Ananda/ UNS

BAGIKAN