Kemenlu RI Dorong Produk Unggulan Kendal bisa Ekspor ke Luar Negeri

Kemenlu RI melakukan Sosialisasi Capaian Diplomasi Ekonomi Kemenlu dengan Stakeholder se Kabupaten Kendal.

0
167
Pemkab Kendal kedatangan dua pejabat tinggi Kementerian Luar Negeri RI, yaitu Rossy Verona dan Ratu Silvy Gayatri pada Jumat (17/1/2020). Rossy Verona adalah Sekretaris Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemenlu RI, sedangkan Ratu Silvy Gayatri, Sekretaris Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa. Kedatangannya yang didampingi Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kendal, Cahyanto ditemui Wakil Bupati Kendal Masrur Masykur dan Sekda Kendal Moh. Toha serta beberapa kepala OPD terkait.

Dalam pertemuan singkat selama satu jam di OR Setda Kendal itu, petinggi Kemenlu RI melakukan Sosialisasi Capaian Diplomasi Ekonomi Kemenlu dengan Stakeholder se Kabupaten Kendal. Tujuannya mengajak kepada para pelaku UMKM di Kendal agar bisa memasarkan produk unggulan lokal ke luar negeri, baik ke Asia Pasifik, Afrika, Amerika maupun Eropa. Pasalnya peluang pasar terhadap produk unggulan ke luar itu cukup tinggi.
Rossy Verona mengatakan, hubungan dagang Indonesia dengan negara di kawasan Asia Pasifik dan Afrika cukup baik. Indonesia juga telah menjalin hubungan dagang dengan 34 organisasi internasional. Yang harus dipersiapkan bagi pelaku usaha yang ingin produknya bisa diterima di luar negeri adalah kualitas dan kuantitas. “Kendal ini memiliki potensi besar yang bisa dipasarkan ke luar negeri. Yang segera dipersiapkan itu membuat peta klaster, produk unggulan apa saja yang siap ekspor. Kami siap membantu mempromosikan ke luar negeri,” katanya.
Ratu Silvy Gayatri mengatakan, di Amerika sudah ada kawasan showroom untuk memamerkan produk unggulan. Indonesia juga memiliki hubungan baik dengan pengusaha di kawasan Amerika dan Eropa, tetapi belum dimanfaatkan dengan baik. Selain itu potensi pasar di Amerika Latin juga cukup besar.
Target meningkatkan ekspor. Kualitas dan kuantitas harus baik.
“Indonesia masih kalah dengan Vietnam yang produk-produknya sudah banyak di negara-negara tersebut. Maka target Kementerian Luar Negeri membantu untuk meningkatkan ekspor terhadap produk unggulan dalam negeri,” ujarnya.
Ketua Kadin Kendal, Cahyanto mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti pertemuan ini untuk menginisiasi para pelaku usaha di Kendal agar produknya bisa tembus ke mancanegara. “Nanti akan mengadakan pertemuan-pertemuan lagi kepada para pelaku UMKM untuk menindaklanjuti sosialisasi dari Kemenlu ini,” katanya.
Sekda Kendal, Moh. Toha mengatakan, bahwa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kendal targetnya mencapai 500 juta USD. Diharapkan Kendal bisa menyokong pertumbuhan ekspor melalui KEK. “Kendal jangan hanya jadi penonton, tapi harus bisa memenuhi kebutuhan di KEK.
Produknya bisa diintegrasikan dengan KEK, baik yang menyokong maupun ekspor,” harapnya.