Di Wilayah Singorojo akan Dibangun Waduk di atas Lahan 250 Hektar

Rencana pembangunan Waduk Bodri di Singorojo

0
404
Sebuah waduk berkapasitas 41,82 juta meter kubik akan dibangun di Kendal. Lokasinya berada di Desa Banyuringin Kecamatan Singorojo yang berada di elevasi 160 meter dari permukaan laut. Kedalaman waduk 70 meter dengan panjang as waduk 368 meter. Bangunan waduk tersebut akan memotong dari bukit ketemu bukit di atas lahan sekitar 250 hektar.

Kepala Dinas PUPR Kendal, Ir. Sugiyono mengatakan, pihak Pemkab Kendal sudah melakukan audiensi terkait rencana pembangunan waduk yang diberi nama Waduk Bodri dengan Kementerian PUPR yang diwakili Balai Besar Wilayah Sungai (BPWS), Pusdataru Provinsi pada akhir Januari lalu. “Audiensi dihadiri Kepala BBWS beserta jajarannya, Pusdataru Provinsi Jawa Tengah, Balai Bodri Kuto, kemudian dari Pemkab Kendal ada Wakil Bupati, Sekda dan camat serta kades dan pejabat dari Temanggung,” ujarnya.
Dikatakan, waduk dengan volume tampungan air 41,82 juta meter kubik itu cukup untuk kebutuhan air di kabupaten Kendal selama setahun. Luas lahan yang dibutuhkan sekitar 250 hektar. Untuk pembangunan fisiknya saja diperkiraan total biaya sekitar 1,18 triliun. Anggarannya dari pusat, sedangkan untuk Pemkab Kendal hanya mengadakan Larap dengan anggaran sekitar 1 miliar. “Larap itu  Land Acquisition and Resettlement Action Plan atau study dalam pembebasan lahan, bangunan dan tanaman. Jadi, Pemkab Kendal hanya kegiatan Larap, sedangkan pembangunan fisik waduk dan pembayaran lahan dari pusat,” jelasnya.
Dari sekitar 250 hektar itu meliputi Desa Banyuringin dan Desa Kaliputih Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal dan sebagian kecil di Desa Ngaliyan Kabupaten Temanggung. Lahan yang tergenang itu sebagian besar badan sungai, rawa-rawa, perkebunan dan sedikit wilayah kampung atau permukiman. Rinciannya untuk lahan sawah 79 hektar, tegalan 28 hektar, permukiman 2,8 hektar, hutan 7 hektar, sungai 40 hektar, rawa-rawa sekitar sungai 20 hektar, perkebunan dan 81 hektar. “Rumah yang terkena relokasi sekitar 42 rumah yang ikut Dukuh Pendem Desa Kaliputih dan Dukuh Tempuran dan Dukuh Jaro Desa Banyuringin. Kebanyakan tinggal di tepi sungai, seperti warga Dukuh Jaro yang matapencahariaannya sebagai penambang batu pasir,” katanya.
Proses pembangunan waduk tersebut dimulai tahun 2020 yang diawali pelaksanaan Larap oleh Pemkab Kendal  dan DED oleh pusat. Kemudian dilanjutkan dengan pembebasan lahan pada tahun 2021 dan pembangunan fisiknya mulai tahun 2021 atau 2022. “Untuk sosialisasi ke warga sudah dilaksanakan dan dalam Larap nanti juga tugasnya melakukan sosialisasi ke warga terkait tanah-tanah yang terkena berapa petak dan luas tanahnya, juga warga harus pindah ke mana dan sebagainya,” jelasnya.
Dikatakan, manfaat waduk tersebut sebagai pengendali banjir, karena selama ini Kali Bodri rawan dengan banjir. Selain itu untuk irigasi, terutama untuk Bendungan Juwero yang mengairi sekitar 8.665 hektar sawah. Manfaat waduk itu juga untuk kebutuhan air baku yang memenuhi kebutuhan air warga dan industri. “Keberadaan waduk itu bisa untuk tempat wisata, sehingga nantinya akan dibangun ruas jalan baru,” ujarnya.
Audiensi dengan kementerian PUPR cq BPWS dan Pusdataru provinsi. Audiensi rencana pembangunan bendungan atau waduk Bodri di Singorojo di Desa Banyuringin. SS sudah dilaksanakan, selanjutnya akan melaksanakan Larap oleh Pemkab Kendal, yaitu konsultan yang merancanakan pengadaan tanah, relokasi.