Bupati Kendal Resmikan Hasil-hasil Pembangunan Kabupaten Kendal Tahun 2019

Bupati Kendal Mirna Annisa meresmikan hasil-hasil pembangunan Kabupaten Kendal tahun 2019

0
195
Bupati Kendal Mirna Annisa meresmikan hasil-hasil pembangunan Kabupaten Kendal tahun 2019. Peresmian secara simbolis dilakukan Puskesmas Boja 1 pada Senin 17 Februari 2020 yang ditandai dengan penandatanganan lima prasasti, yaitu pembangunan gedung Haemodialisa (HD) RSUD dr. Soewondo, renovasi gedung Kelurahan Ketapang, pembangunan Ruang Rawat Inap Puskesmas Boja 1, pembangunan Puskesmas Pagruyung dan penataan ruang pelayanan Mal Pelayanan Publik. Selain bupati dan wakil bupati, acara peresmian juga dihadiri anggota DPRD dan Forkopimda, kepala OPD dan camat se  Kabupaten Kendal.

Sekda Kendal, Mohammad Toha mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah untuk meresmikan pembangunan agar hasil-hasilnya  bisa dimanfaatkan untuk kepentingan dan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu untuk mensosialisasikan pembangunan kepada masyarakat, sehingga masyarakat ikut memelihara hasil-hasil pembangunan. “Kegiatan ini untuk mengenalkan produk-produk UMKM unggulan yang beberapa di antaranya sudah diekspor ke luar negeri,” katanya.
Sekda Toha menjelaskan, realisasi dana APBD Kendal 2019 mencapai 94,89 persen. Hal tersebut terhitung dari pendapatan sebesar 2,3 triliun, sedangkan realisasinya sebesar 2,24 triliun. Secara rinci anggaran tersebut untuk belanja langsung maupun non langsung sebesar Rp. 2,5 triliun, sedangkan realisasinya Rp. 2,3 triliun atau 91,6 persen.  “Dari anggaran belanja langsung diperuntukkan untuk 2.222 kegiatan, yang meliputi bidang pemerintahan Rp 199 miliar, bidang ekonomi Rp 43,7 miliar, bidang pembangunan Rp 287,16 miliar dan bidang kesra Rp 573,35 miliar,” jelasnya.
Bupati Kendal Mirna Annisa mengatakan, bahwa keberhasilan pembangunan ini berkat kerjasama semua pihak, baik seluruh OPD, termasuk pihak Polres, Kodim, Kejaksaan, Pengadilan dan masyarakat. Bupati berharap agar terus kreatif dengan memaksimalkan potensi yang ada, karena Kendal yang sekarang termasuk 5 daerah yang diperbincangkan di Jawa Tengah untuk menopang pertumbuhan perekonomian Indonesia. “Kendal ke depan harus menjadi Kendal yang mendunia,” ucapnya.