Masa Libur Sekolah mulai Paud/TK, SD dan SMP Sederajat Diperpanjang hingga 11 April 2020

Masa libur sekolah di Kabupaten Kendal mulai jenjang Paud/TK, SD dan SMP sederajat diperpanjang hingga 11 April mendatang.

0
668
Masa libur sekolah di Kabupaten Kendal mulai jenjang Paud/TK, SD dan SMP sederajat diperpanjang hingga 11 April mendatang. Hal ini disampaikan oleh Kepala Disdikbud Kendal Wahyu Yusuf Akhmadi, Selasa (24/3/2020) usai menghadiri Rapat Koordinasi Gugus Tugas Cepat Penanganan Covid-19 Tahun 2020 di ruang Ngesthi Widhi komplek Kantor Bupati Kendal.

Wahyu mengatakan, pihaknya akan segera membuat surat edaran untuk memperpanjang masa libur sekolah hingga peretengahan April mendatang. Hal itu berdasar atas arahan Bupati Kendal melalu Surat Edaran (SE) Nkmor: 360/196/2020 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Non Alam Epidemi  dan Wabah Penyakit Corona Virus Disease 2019 di Kabupaten Kendal.
“Dalam Suarat Edaran Bupati ditegaskan bahwa status siaga darurat bencana di Kendal selama 92 hari mulai 18 Maret – 18 Juni 2020. Surat Edaran dari Disdikbud Kendal pertama berakhir 29 Maret, selanjutnya akan diperpanjang 2 pekan atau sampai 11 April,” terangnya.
Wahyu meminta,  selama masa pembelajaran di rumah, agar tenaga pendidik lebih memperhatikan jenis tugas yang diberikan. Tenaga pendidik agar memberikan tugas ke siswa secara proporsional, tidak membebani, terlebih tugas yang diberikan lebih menitikberatkan pada kegiatan yang dialami secara rutin seperti praktik beribadah, maupun edukasi corona dengan bahasa siswa.
“Hasil evaluasi 1 minggu berjalan, tugas yang diberikan selain jangan yang memperberat juga harus bersifat perseorangan, tidak boleh kelompok,” terang Wahyu.
Pendidik juga diminta menjadi agen edukasi, baik di satuan pendidikan maupun di lingkungan masing-masing. Pendidik juga berkewajiban untuk kordinasi maksimal dengan orangtua siswa terkait pembelajaran anak, kesehatan anak-anak, dan pastikan anak beraktivitas di rumah, bukan di luar rumah.
Terkait dengan Ujian Nasional yang sudah dijadwalkan di minggu pertama April, maka pihaknya sudah berkordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah tentang kebijakan yang perlu diambil.
“Informasinya untuk Ujian Nasional akan ditiadakan di semua jenjang, tetapi kami masih menunggu  informasi resmi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kami selalu mendukung kebijakan yang ada,” lanjutnya.
Wahyu menjelaskan, selama liburnya siswa, tenaga pendidik di dinas pendidikan maupun satuan pendidikan tidak ikut libur, namun ada pembagian tugas. Pembagiannya, semua guru diwajibkan memandu pembelajaran dari rumah masing-masing dengan catatan mereka wajib hadir piket 1 hari dalam seminggu secara bergantian. Sedangkan dalam institusi pendidikam dan satuan pendidikan meliputi kepala dinas, sekretaris dinas, kepala bidang juga kepala sekolah, pengawas, penilik dan kordinator kecamatan untuk tetap melaksanakan tugas di kantor setiap hari.
“Kebijakan tersebut dimaksudkan agar dua hal yang menjadi ikhtiar bersama yakni pencegahan virus covid-19 dan pelayanan pendidikan tetap berjalan,” ujarnya.