Antisipasi Covid-19, Pemkab Kendal Tutup Sementara GOR, Stadion dan Lapangan Tenis

Antisipasi Covid-19, Pemkab Kendal Tutup Sementara GOR, Stadion dan Lapangan Tenis

0
69
Pemkab Kendal untuk sementara menutup semua tempat olahraga, seperti GOR Bahurekso, Stadion Madya dan Stadion Utama Kendal. Penutupan fasilitas olahraga ini dimulai sejak diberlakukannya Masa Tanggap Darurat Wabah Covid-19 di Kabupaten Kendal dari tanggal 16 Maret sampai 18 Juni 2020. Sebagai tanda ditutupnya tampak tersebut, sudah ditempeli kertas bertuliskan pemberitahuan penutupan untuk jangka waktu yang belum ditentukan. Pintu-pintu masuk dan pagar gedung juga digembok.

Kepala Bidang Olahraga pada Disporapar Kendal, Ali Supriyanto mengatakan, dengan ditutupnya fasilitas olahraga tersebut, maka seluruh kegiatan olahraga di tempat tersebut ditunda. Beberapa kegiatan olahraga yang ditunda yaitu kompetisi bola voli pasir, bola voli indoor, bulutangkis, pencak silat, panjat tebing dan tenis lapangan. “Kejuaraan panjat tebing dan tenis lapangan sedianya digelar bulan April, bulutangkis dan pencak silat pada bulan Juli se,uanya dipending. Termasuk kejuaraan yang sedianya digelar pada bulan Oktober, seperti bola voli pasir dan bulutangkis juga dipending,” jelasnya.
Ali mengatakan, selama ditutup, tempat tersebut juga tidak diperbolehkan untuk latihan para atlet. Untuk itu pihaknya telah menginstruksikan kepada para pelatih di semua cabang olahraga untuk melakukan latihan di rumah masing-masing atlet. “Sesuai Surat Edaran itu selama masa darurat Covid-19 tidak diperbolehkan ada kegiatan yang mengumpulkan banyak orang, karena untuk mencegah bahaya virus corona. Jadi untuk sementara waktu para atlet latihan di rumah masing-masing,” ujarnya.
Ali menambahkan, bahwa kegiatan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) tingkat Provinsi Jateng yang sudah diagendakan pada bulan Maret, April dan Juni juga ditunda. Hal ini berdasarkan Surat Edaran dari Provinsi yang telah menunda pelaksanaan event olahraga untuk kalangan pelajar. “Popda Jateng untuk tingkat SD agendanya tanggal 20-23 April, tingkat SMP pada 22-23 April dan tingkat SMA tanggal 16-19 Maret, semuanya ditunda pelaksanaannya,” katanya.
Dampak ditutupnya tempat olahraga tersebut, kondisi di sekitarnya tampak lengang. Para pedagang kakilima yang biasanya banyak yang berjualan, kini hanya beberapa yang tetap buka. Namun tidak banyak pembeli yang datang, karena tidak ada aktivitas olahraga maupun warga yang sekedar bermain-masin di GOR maupun stadion.