60 Napi di Lapas Kelas IIA Kendal Jalani Asimilasi di Rumah

60 Napi di Lapas Kelas IIA Kendal Jalani Asimilasi di Rumah

0
149

Sebanyak 60 narapidana di Lapas Kelas II A Kendal segera menjalani masa isolasi di rumah masing-masing. Hal ini berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI yang berlaku mulai tanggal 31 Maret 2020. Yaitu narapidana yang telah menjalani 2/3 masa hukuman sampai 31 Desember 2020. Keputusan ini berdasarkan diberlakukannya masa Darurat Covid-19.

Kepala Lapas Kelas II A Kendal, Samsul Hidayat mengatakan, narapidana yang berhak menjalani masa asimilasi di rumah yaitu narapidana umum. Tidak berlaku bagi narapidana narkotika, terorisme, tipikor, illegal loging dan kejahatan trans internasional. “Tidak berlaku untuk semua napi, tapi hanya napi umum, seperti napi kasus pencurian, kekerasan, perjudian dan lainnya,” katanya.
Dijelaskan, narapana yang menjalani isolasi di rumah harus membuat pernyataan dan ada pihak yang menjamin (penjamin) agar napi tersebut tetap berada di rumah atau tidak pergi ke mana-mana. Pihak penjamin juga harus memberikan alamat rumah dan nomor telepon atau HP.  “Selama menjalani isolasi di rumah tetap dipantau,” katanya.
Samsul mengatakan, di Lapas Kelas II A Kendal terdapat 247 narapidana. Napi yang sudah menjalani masa isolasi di rumah mulai 1 April sebanyak 11 orang, yaitu napi yang sudah memiliki SK Bebas Bersyarat, sedangkan 49 napi lainnya sedang proses melengkapi berkas administrasi persyaratan isolasi di rumah. “Yang 49 itu diperkirakan tanggal 3 dan 4 April sudah bisa menjalani isolasi di rumah,” pungkasnya.