Lapas Terbuka Bleder Kosong, karena semua Napi Jalani Asimilasi di Rumah

Lapas Terbuka Bleder Kosong, karena semua Napi Jalani Asimilasi di Rumah

0
180
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka IIB Kendal yang berada di Dusun Bleder Desa Kartikajaya Kecamatan Patebon saat ini penghuninya kosong. Hal ini setelah Kemenkumham mengeluarkan kebijakan asimilasi di rumah bagi narapidana umum yang telah menjalani 2/3 dari masa hukuman sampai 31 Desember 2020. Padahal Lapas yang lebih dikenal dengan sebutan Lapas Terbuka Bleder itu khusus diperuntukan bagi napi umum yang telah menjalani 2/3 dari masa hukuman. Kebijakan tersebut berlaku 31 Maret 2020 yaitu sejak dikeluarkannya  Peraturan Menteri No. 10 Tahun 2020 dalam rangka pencegahan dan penanggulangan virus corona.

Kepala Lapas Terbuka Kendal, Rusdedy mengatakan, sebelumnya di Lapas tersebut dihuni 44 narapidana yang menjadi binaan lapas produktif ini. Setelah dikeluarkannya Perenkumham tersebut, mereka diminta membuat surat pernyataan untuk memenuhi semua ketentuan selama menjalani asimilasi di rumah. Semua napi pun dipulangkan pada Kamis (2/4/2020). “Mereka dikirim dari berbagai daerah seperti Lapas Pekalongan, Wonogiri, Kendal, Lapas Kelas 1 Semarang, Lapas Batang dan lapas lainnya di wilayah utara. “Semuanya sudah dipulangkan, sehigga kondisinya kosong,” katanya.
Rusdedy mengatakan, sesuai Permenkumham tersebut adalah napi  yang sudah menjalani hukuman 2/3 pada 31 Desember 2020. Padahal napi yang masuk di Lapas Terbuka Bleder rata-rata tinggal menjalani sisa hukuman antara 4-6 bulan hukuman. “Semua napi di sini termasuk dalam kasus pidana ringin dengan rata-rata usia di bawah 50 tahun,” ujarnya.
Ditegaskan, para napi yang mendapatkan asimilasi di rumah harus patuh kepada prosedur yang telah ditentukan pemerintah. Yaitu harus mengisolasi diri di rumah serta tidak melakukan perbuatan melanggar hukum lainnya. Jika napi tersebut terbukti melakukan tindakan melanggar hukum lain, secara otomatis hak asimilasinya akan dicabut dan ditambah proses hukum atas perbuatannya. “Tujuan asimilasi di rumah kan untuk mencegah wabah virus Corona, maka selama menjalani masa asimilasi, tidak diperbolehkan pergi ke mana-mana, tapi harus tetap berada di rumah,” jelasnya.
Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI No. 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi bagi Narapidana dan Anak dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-19 serta Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI No.M.HH-19 PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19, ke-44 napi di lapas terbuka Kendal memenuhi syarat mendapatkan asimilasi.