Ali Martin: Untuk Kendal Maju harus Dipersiapkan Generasi dengan SDM yang Berkualitas

Anggota DPR/MPR RI, Mujib Rohmat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

0
385
Kurikulum tentang Pancasila dan Kewarganegaan perlu diberikan lagi di sekolah-sekolah, mulai SD hingga SMA  maupun perguruan tinggi. Tujuannya untuk menguatkan karakter dan menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda sebagai penerus bangsa. Hal ini disampaikan Anggota DPR/MPR RI, Mujib Rohmat pada Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Tirtoarum Baru Kendal, Minggu (8/2/2020).

Mujib Rohman yang saat ini berada di Komosi X DPR RI mengatakan, lunturnya nilai-nilai Pancasila pada generasi  millenial cukup mengkhawatirkan. Oleh karena itu harus ditanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda melalui kegiatan-kegiatan tentang wawasan kebangsaan atau dimasukan dalam kurikulum di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. “Kami telah mengusulkan kepada Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan agar kurikulum tentang Pancasila dan Kewarganegaan dimasukkan kembali di sekolah, bahkan perhuruan tinggi,” katanya saat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Tirtoarum Baru Kendal, Minggu (9/2/2020).
Mujib mengatakan, jika dulu pernah ada pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) atau Pendidikan Kewarganegaraan (PKN), maka sekarang perlu dimasukan kembali atau dengan nama yang lain, tetapi intinya tentang pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan. Selain itu perlu juga diadakan penataran tentang Pendidikan Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) yang dulu pernah diadakan di sekolah dan perguruan tinggi maupun di masyarakat. “Empat Pilar Kebangsaan, yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggalika, dan NKRI harus ditanamkan kepada semua pelajar dan mahasiswa dan kaum muda,” ujarnya.
Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dibarengkan dengan Menyambut Promosi Doktor Ali Martin, S.IP, M.Si. dalam Bidang Ilmu Hubungan Internasional di Program Studi Hubungan Internasional Universitas Padjajaran Bandung. Kegiatan ini diikuti organasisasi-organisasi kepemudaan di bawah KNPI.
Pada kesempatan itu Ali Martin mengatakan, agar Kendal semakin maju, maka kualitas sumberdaya manusia (SDM) harus ditingkatkan. Peningkatan kualitas SDM dimulai dari sekolah-sekolah dan perguruan tinggi, sehingga bidang pendidikan harus diperhatikan dengan meningkatkan mutunya.  Lulusan SMA atau SMK yang sudah siap kerja harus diperhatikan mutunya, sehingga bisa bersaing dengan tenaga dari luar Kendal, terutama untuk menghadapi Kendal sebagai Kawasan Ekonomi Khusus. “Di Kawasan Ekonomi Khusus itu akan banyak berdiri industri-industri yang membutuhkan tenaga-tenaga ahli, sehingga SDM harus dipersiapkan,” katanya.
Menurut Ali Martin, jika semua bidang dipegang oleh SDM yang berkualitas, maka Kendal akan semakin maju dan berkembang. Demikian pula dalam kepemimpinan, jika Kendal dipegag oleh pemimpin yang SDM-nya berkualitas, maka Kabupaten Kendal akan cepat maju dan berkembang. “Jadi, pemimpin itu sangat penting, maka harapannya agar Kendal dipimpin oleh pemimpin yang berkualitas atau mumpuni dalam segala hal,” pungkasnya.