Bank Sampah Resik Becik Pelopori Kawasan Sahdu (Sampah jadi Duit) di Kendal

Bank Sampah Resik Becik RSS Kendal demo pembuatan kompos

0
1108

Kampung RW VI RSS Kelurahan Langenharjo Kendal diharapkan menjadi Kawasan Sahdu  (Sampah menjadi Duit). Untuk itu Ketua RW bersama semua Ketua RT dengan dibantu PKK dan remaja masjid melakukan sosialisasi kepada seluruh warga agar sampah-sampah unorganik yang masih bersih untuk ditabung di Bank Sampah. Di RSS Kendal sejak tahun 2014 sudah ada Bank Sampah Becik Resik yang berada di Blok C. Saat ini 67 warga yang aktif menabung, padahal di wilayah RW VI ada sekitar seribu KK.

Ketua RW VI, M Yahya mengatakan, pihaknya akan membentuk koordinator di tiap-tiap RT untuk memudahkan para warga menabung sampahnya. Bank Sampah Becik Resik secara rutin akan buka tiap Sabtu dan Minggu mulai pagi sampai siang. “Saya berharap, warga lainnya ikut aktif menjadi nasabah bank sampah,”harapnya saat demo pembuatan kompos, Minggu (26/11/2017) di Bank Sampah Resik Becik.

Ketua RT 3 Andi Susmono berharap kepada semua warga agar meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Dikatakan, dengan menabung sampahnya, maka akan membantu pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah. Jika masyarakat mau memilah sampah, maka akan mengurangi jumpah sampah yang dibuang di Tempat Penampungan Sampah. “Warga yang sudah aktif menabung sampah perlu diperlihatkan hasilnya supaya warga lain bisa tertarik,”ujarnya.

Pengelola Bank Sampah Becik Resik, Nunu Sarah Zaenubia mengatakan, jika semua warga mau memilah sampah di rumah, maka persoalan sampah akan teratasi. Menurutnya, bukan hanya sampah unorganik yang bisa dikelola, tapi sampah organik seperti sisa makanan dan sayuran pun bisa dikelola menjadi kompos dengan cara yang mudah dan sederhana. Dengan cara yang sederhana, yaitu hanya menggunakan tong plastik atau gentong, sebagai tempat menampung sampah organik, seperti sisa makanan dan sayuran, kemudian diberi cairan penghilang bau, lalu ditutup. Setelah beberapa hari, maka akan berubah menjadi kompos cair yang bisa dimanfaatkan untuk pupuk tanaman. “Jadi, bukan hanya sampah unorganik yang bisa jadi uang, tapi sampah unorganik juga bisa jadi uang,”jelasnya.

Demo pembuatan kompos dilakukan oleh staf Dinas Lingkungan Hidup Kendal, Slamet dan dihadiri Lurah Langenharjo, Ali Maftuhin. Lurah Ali Maftuhin mengatakan, perlu ada teladan agar semangat mengelola dan menghidupkan bank sampah ini tidak luntur. ”Ini program luar biasa karena selain untuk menjaga kebersihan lingkungan juga membantu pemeritah menangani masalah sampah supaya Kendal bisa meraih Adipura,” ujarnya.