Bappenas Ajak 19 Kabupaten/Kota dan 6 Provinsi Ikuti Pembelajaran Horizontal di Perumahan Berbasis Komunitas di Kendal

Bappenas Ajak 19 Kabupaten/Kota dan 6 Provinsi Ikuti Pembelajaran Horizontal di Permukaan Berbasis Komunitas di Kendal

0
54

Swarakendal.com : Sebanyak 19 kabupaten dan kota serta 6 provinsi di Indonesia belajar di Kendal tentang program perumahan berbasis komunitas. Bappenas bersama Kementerian PUPR memfasilitasi 52 orang dari instansi Bappeda, Dinas Perkim dan Dinas PUPR tersebut untuk melihat langsung perumahan berbasis komunitas di Desa Penyangkringan Kecamatan Weleri Kendal, Selasa (30/11/2021). 

Kabupaten dan kota tersebut yakni dari Kendal, Kotabaru, Pemalang, Tangerang, Bitung, Bontang, Kediri, Langsa, Surakarta, Ternate, Tual, Gresik, Semarang, Banjarmasin, Samarinda, Bandung, Pontianak, Pekalongan dan DKI Jakarta. Sedangkan 6 provinsi, yakni Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Sulawesi Tengah, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan.

Koordinator Bidang Perumahan dari Bappenas, Nurul Wajah Mujahid mengatakan, kegiatan di lapangan ini merupakan pembelajaran horizontal untuk mengetahui secara langsung proses berdirinya perumahan berbasis komunitas. Seperti diketahui, bahwa Kendal menjadi percontohan nasional pembangunan perumahan berbasis komunitas. “Kendal ini menjadi pilot projek nasional dalam pelaksanaan penyediaan perumahan yang terjangkau, terpadu,” katanya.

Dikatakan, bahwa 52 orang ini datang untuk melihat dan belajar bagaimana kegiatan ini direncanakan, disiapkan, dan apa saja yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat terkait pembangunan perumahan berbasis komunitas. Harapannya dengan pembelajaran langsung melihat ke lapangan, maka pemda yang lain bisa dengan mudah untuk meniru dan menyempurnakan sesuai dengan kondisi daerah masing-masing. “Harapannya, mereka itu paling memungkinkan untuk mereplikasinya atau meniru seperti yang dilakukan di Kendal,” ujarnya.

Dikatakan, pada  tahun 2022, pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk empat kabupaten dan kota yang menjadi percontohan program pembangunan perumahan berbasis komunitas. Pada kegiatan ini bisa dikatakan semacam lomba untuk bisa mendapatkan bantuan program pembangunan perumahan di tahun 2022. Kriterianya adalah daerah yang paling siap, paling menungkinkan dan sudah mempunyau programnya. Daerah harus menyusun perencanaan untuk diajukan dan dipresentasikan dan dinilai. “Anggarannya sudah ada, jadi yang terpilih mana yang paling siap, paling memungkinkan dan sudah mempunyai program. Intinya kesiapan daerah untuk melaksanakan program, dana sudah ada,” jelasnya.

Program Perumahan Komunitas ini sangat membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah sendiri. Warga hanya menyediakan lahan, sedangkan untuk biaya pembuatan rumah mendapat bantuan dari pemerintah. Kawasan perumahan ini dilengkapi fasilitas umum, seperti fasilitas air bersih, instalasi pengolahan limbah, septik tank komunal, tempat pengelolaan sampah 3R dan infrastruktur jalan yang pembangunannya juga dibiayai oleh pemerintah.

Sementara itu Kepala Dinas Perkim Kendal, Noor Fauzi mengatakan,  pembangunan Perumahan Komunitas di Weleri ini mencontoh Perumahan Komunitas yang pertama di Curugsewu Kecamatan Patean yang dibangun pada tahun 2018. Tujuannya untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah supaya bisa memiliki rumah. Untuk itu rencananya akan dibangun di tiap-tiap kecamatan. “Program Perumahan Komunitas ini akan mengurangi jumlah kepala keluarga yang belum memiliki, maka akan terus dikembangkan,” katanya.