BBRSPDI Kartini di Temanggung Salurkan Bantuan untuk Penyandang Disabilitas yang Terdampak Pandemi Covid-19

BBRSPDI Kartini di Temanggung Salurkan Bantuan untuk Penyandang Disabilitas yang Terdampak Pandemi Covid-19

0
586
Kementerian Sosial RI melalui BBRSBPDI Kartini di Temanggung menyalurkan bantuan sosial kebutuhan dasar bagi warga penyandang disabilitas di Kabupaten Kendal, Jumat (29/5/2020). Bantuan yang diberikan sebanyak 65 paket yang diberikan kepada 45 siswa SLB Negeri Weleri Kendal, 10 anggota PPCI dan 10 anggota Pertuni. Penyandang disabilitas sebagai kelompok masyarakat yang rentan, baik penyandang disabilitas intelektual, fisik, mental dan sensorik juga turut merasakan dampaknya covid-19 yang melanda Indonesia.

Secara keseluruhan di Jawa Tengah, BBRSBPDI Kartini di Temanggung menyalurkan bantuan sebanyak 769 paket bantuan sosial kebutuhan dasar senilai @ Rp. 300.000,- terdiri dari beras, minyak goreng, biskuit regal, mie instan, sarden kaleng, telor, sabun mandi dan sabun cuci. Bantuan disalurkan di 8 kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Temanggung 201 paket, Kabupaten Wonosobo 133 paket, Kabupaten Banjarnegara 70 paket, Kabupaten Magelang 61 paket, kota Magelang 83 paket, Kabupaten Purworejo 95 paket, Kabupaten semarang 61 paket dan Kabupaten Kendal 65 paket. Di dalam paket bantuan sosial tersebut BBRSPDI Kartini di Temaggung juga mendonasikan satu masker batik ciprat untuk para penerima bantuan sosial.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Plt Kepala BBRSPDI Kartini di Temanggung, Langgeng Setiawan yang diterima oleh perwakilan dari SLB N Weleri, Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) dan Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI). Selanjutnya seluruh bantuan sosial sembako ini didistribusikan ke masing-masing penerima bantuan. Adapun penyerahan bantuan sosial bagi kabupaten/kota lainnya sudah dilaksanakan sesuai jadwal bekerjasama dan berkoordinasi dengan Dinas Sosial serta Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) setempat.
Langgeng mengatakan, bahwa pandemik covid-19 telah mengubah kehidupan masyarakat dan berdampak sangat besar pada aspek ekonomi dan sosial. Untuk mengurangi beban dan menjaga masyarakat agar tetap bertahan dalam kondisi pandemik, Kementerian Sosial hadir melalui BBRSPDI Kartini di Temanggung untuk menyalurkan bantuan sosial tersebut bagi kelompok masyarakat miskin, rentan dan marjinal yang terdampak covid-19. Bantuan ini berbeda dengan bantuan program PKH, BPNT atau BST.
“Bantuan sosial kebutuhan dasar yang disalurkan oleh BBRSPDI Kartini di Temanggung merupakan refocusing anggaran BBRSPDI Kartini di Temanggung sesuai dengan Edaran Direktur Jenderal Rehabilitasi sosial Kemensos RI Nomor 16/1/KS.02.01/4/2020 tentang Refocusing Anggaran untuk kebutuhan dasar bagi warga terlantar,” katanya saat penyerahan bantuan secara simbolis di SLB Negeri Weleri Kendal, Jumat (29/5/2020).
Kabid Resos pada Dinas Sosial Kabupaten, Joko Supratikno mengatakan, di Kabupaten Kendal ada lima SLB, namun yang negeri hanya satu yaitu SLB Negeri Weleri, sedangkan lainnya SLB swasta yang berada di Kaliwungu, Limbangan, Sukorejo dan Patean. Jika kali ini hanya SLB Negeri yang mendapatkan bantuan, maka pihaknya akan mengupayakan bantuan bagi SLB swasta dari lembaga lain. “Bagi SLB swasta akan diupayakan untuk mendapatlan bantuan juga, misalnya bantuan dari ormas atau lainnya,” katanya.
Kepala SLB Negeri Weleri, Wiji Rahayu mewakili para siswa yang mendapatkan bantuan mengatakan, bahwa bantuan ini akan membantu kebutuhan hidup sehari-hari, namun yang paling penting anak-anak merasa tidak sendiri, karena ada yang memperhatikan. Selama ini pihaknya sudah 2 kali mendapat bantuan paket sembako dari pemerintah. Selain itu juga ada bantuan dari para guru yang menghimpun dana untuk dibagikan. “Karena jumlah bantuannya terbatas, maka yang diutamakan adalah anak-anak yatim piatu, yang terdampak atau yang tidak bekerja dan yang kena PHK,” ujarnya.
Ketua Pertuni Kendal, Mahendra mengatakan, adanya bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kaum disabilitas yang terkena dampak pandemi virus corona. Bantuan ini tentu akan meringankan beban untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. “Karena di Pertuni anggotanya banyak, maka harapannya semuanya bisa mendapat bantuan juga,” harapnya.