Budidaya Ikan Air Tawar di Kendal makin Bertambah

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kendal terus menggalakkan budidaya ikan air tawar.

0
831
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kendal terus menggalakkan budidaya ikan air tawar. Budidaya ikan air tawar ada di semua kecamatan, namun sebagian besar berada di wilayah Kendal bawah, seperti Kecamatan Kendal, Cepiring, Patebon, Brangsong, Weleri dan Kaliwungu. Jenis budidaya ikan air tawar ini selain ikan konsumsi, seperti ikan lele, nila, juga budidaya ikan hias, seperti ikan koi, cupang, gupi, koki dan gobby.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kendal, Harjito mengatakan, budidaya ikan air tawar di Kabupaten semakin meningkat. Untuk budidaya ikan hias bisa dilihat dengan adanya lomba ikan hias yang selalu digelar setiap tahun yang diadakan oleh komunitas penghobi ikan hias. Sedangkan budiaya ikan air tawar untuk komsumsi, pihak DKP Kendal melakukan pelatihan dan pendampingan kepada kelompok warga. Salah satunya di Dukuh Penggik Desa Gondang Kecamatan Limbangan yang mulai dirintis sejak tahun 2019 menjadi kampung ikan lele dan ikan bersisik jenis nila. “Penyelenggaraan lomba hias biasanya diadakan oleh komunitas. Kami hanya mensupport kegiatannya,” katanya, Selasa (4/2/2020).
Dikatakan, dipilihnya budidaya di Desa Gondang itu untuk mewarnai usaha perikanan di batas wilayah Kendal dengan Kabupaten Semarang. Targetnya pada tahun 2021 atau 2022 bisa menjadi Desa Mina Wisata. Di Dukuh Penggik ada 85 rumah yang dihuni 93 kepala keluarga, nantinya di setiap rumah harus memiliki minimal 10 kolam ikan. Rintisan Desa Mina Wisata itu mulai tahun 2019 yang dilakukan kelompok warga secara swadaya dengan budidaya ikan lele dan nila. “Kami mengajak warga melalui kepala desa yang sifatnya hanya melakukan pendampingan,” ujarnya.
Harjito mengatakan, untuk mendukung program tersebut, pihak DKP Kendal meggandeng Bank Jateng melalui dana CSR senilai 50 juta untuk membangun saluran pipa air dari sumber air pegunungan untuk memenuhi kebutuhan air ke kolam-kolam ikan di setiap rumah warga. Pada tahun 2020 ini mendapat anggaran melalui DAK untuk menambah 20 kolam ikan. Sebagai Desa Mina Wisata, nantinya tidak hanya budidaya ikan, namun akan dibuka kuliner berbagai olahan ikan tersebut. “Desa Mina Wisata itu akan menjadi tempat wisata edukasi sekaligus tempat rekreasi,” katanya.