Ditangkap, 2 Pelaku Pembacokan saat Kovoi Kelulusan Pelajar yang Terekam CCTV dan Viral

Ditangkap, 2 Pelaku Pembacokan saat Kovoi Kelulusan Pelajar yang Terekam CCTV dan Viral

0
159

Swarakendal.com : Satreskrim Polres Kendal mengungkap pelaku penganiayaan dan tawuran sesama pelajar yang sempat terekam kamera CCTV sebuah SPBU. Kejadiannya saat konvoi kelulusan bulan Juni lalu. Dua tersangka pelaku pembacokan diamankan, sementara tiga lainnya masih dalam pengejaran. Tersangka yang diamankan yakni  Ali Murtando (19), warga Triharjo Gemuh dan M Ali Hakim (19) warga Tlahab.

Video tawuran dan konvoi serta pembacokan itu sempat viral di media sosial. Polisi yang memeriksa rekaman CCTV dan menerima laporan korban pembacokan bergerak mencari pelaku. Polisi kesulitan mengungkap karena usai kejadian, para pelajar ini tidak berada di rumah. Dua pelaku tawuran dan pembacokan berhasil diamankan polisi pada Senin 30 Agustus 2021.

Kapolres Kendal AKBP Yuniar Ariefianto mengatakan, kejadian tersebut diawali saat konvoi kelulusan puluhan pelajar di jalan pantura dengan membawa senjata tajam. Kemudian sesampainya di SPBU di Jalan Alteri Weleri Desa Parakan Kecamatan Rowosari, rombongan pelajar SMK swasta ini melihat ada pelajar lain yang sedang duduk-duduk di SPBU. Tersangka Ali Murtando kemudian berteriak dan serentak belasan pelajar turun dari motor dan mengejar kelima orang tersebut. “Ada dua yang tidak berhasil kabur saat didatangi rombongan konvoi tersebut, pelaku kemudian mengeluarkan celurit dan mengayunkan ke korban hingga mengalami luka di punggung,” jelasnya.

Sementara itu Ali Murtando mengatakan, awalnya bersama teman-temannya berkeliling konvoi merayakan kelulusan. Kemudian bertemu pelajar dari SMK lainnya dan diajak bergabung untuk konvoi ke arah Weleri.

“Ketika di depan SPBU ada pelajar lagi nongkrong, terus saya teriak Muga…Muga (anak SMA Muhammadiyah 3 Weleri). Spontan teman-teman turun dan mengeroyok lima orang tersebut. Kalau celurit diambil dari tas teman saya untuk membacok korban,” katanya.

Polisi masih mengejar pelaku lainnya yang sudah kabur. Kedua pelajar bakal dijerat dengan pasal 170 KUHPidana dengan ancaman pidana penjara selama-lamanya 5 tahun 6  bulan penjara.