DPP Kendal Gelar Bazar Pangan Murah

Bazar Pangan Murah DPP Kendal

0
250

Swarakendal.com : Warga berebut membeli beras C4 yang dijual di Bazar Pangan Murah yang digelar di halaman Balai Desa Brangsong Kendal, Senin (27/2/2023). Beras C4 dijual dengan harga Rp 9 ribu per kilogram, padahal di pasar mencapai Rp 11 ribu per kilogram. Sayangnya persediaan beras C4 yang sudah dikemas 5 kilogram jumlahnya terbatas, sehingga banyak yang tidak kebagian.

Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kendal menggelar Bazar Pangan Murah di beberapa tempat untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan. Bazar Pangan Murah menyediakan sembako, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, bawang merah dan cabe galak. Selain itu juga menjual berbagai macam olahan ikan, seperti pepes ikan, nugget ikan, terasi udang, kerupuk ikan dan lainnya.

Semua barang dijual dengan harga di bawah pasar. Seperti dikatakan seorang penjual, Zaenuri, bawang merah per kilogram dijual dengan harga Rp 25 ribu, padahal di pasar mencapai Rp 27 ribu. Cabe galak per kilogram dijual dengan harga Rp 60 ribu, padahal di pasar mencapai Rp 67.500. “Barang yang dijual di sini harganya lebih murah,” tandasnya.

Seorang warga, Sri Wahyuni mengaku senang dengan adanya Bazar Pangan Murah ini, karena membantu meringankan harga sembako. Namun ia tidak mendapatkan beras C4 karena sudah habis. Ia masih beruntung, karena bisa mendapatkan telur dengan harga Rp telur 24 ribu per kilogram, padahal di pasar mencapai Rp 26 ribu per kilogram. “Tidak dapat beras, sudah habis, dapatnya telur dan gula,” ujarnya.

Kepala Desa Brangsong, Asnawi mengatakan, Bazar Pangan Murah diadakan oleh Dinas Pertanian dan Pangan untuk menstabilkan harga, karena harga di bawah harga di pasar. Harapannya dengan adanya Bazar Pangan Murah ini bisa membantu masyarakat yang membutuhkan sembako. “Harapannya bisa membantu masyarakat kami di Desa Brangsong, dengan harga yang lebih murah,” katanya.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan tambahkan komentar Anda!
Ketik nama anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.