DPP Kendal Sosialisasi Penggunaan Pupuk Organik kepada Kelompok Tani

DPP Kendal Sosialisasi Penggunaan Pupuk Organik kepada Kelompok Tani

0
159

Swarakendal.com : Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kendal melakukan sosialisasi penggunaan pupuk organik kepada para tani. Sosialisasi melalui kelompok tani dilakukan di Aula DPP Kendal, Kamis (14/7/2022). 

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati mengatakan,  penggunaan pupuk organik ini untuk mengembalikan kesuburan tanah, sebagai dampak pemakaian pupuk kimia dan pestisida yang berlebihan. Pupuk organik ini lebih ramah lingkungan dan berfungsi untuk perbaikan struktur tanah yang rusak. “Pupuk kimia dan pestisida itu luar biasa banyak, dan itu dampaknya sekarang baru dirasakan, kesuburan tanah itu banyak berkurang. Akhirnya kami berinisiatif untuk mengenalkan pertanian pola organik yang lebih ramah lingkungan, terutama untuk perbaikan struktur tanah yang terlanjur rusak,” jelasnya.

Sosialisasi kali ini untuk 6 kecamatan, yakni Kecamatan Kaliwungu, Patebon, Singorojo, Pegandon, Cepiring dan Rowosari. Untuk sosialisasi ini, Pemkab Kendal memberikan bantuan pupuk organik untuk 6 kecamatan sebanyak 4.285 liter. Bantuan pupuk organik diprioritaskan untuk tanaman padi yang mulai tanam. “Bantuan untuk 14 kecamatan yang lain, nanti akan kami mintakan bantuan lagi dari Kementerian Pertanian,” ujarnya. 

Wakil Bupati Kendal Windu Suko Basuki, Pemkab Kendal mengatakan, Pemkab Kendal memberikan perhatian besar kepada petani. Penggunaan pupuk organik, justru menghasilkan panen lebih tinggi. Bantuan pupuk organik ini juga untuk mengatasi pupuk bersubsidi jumlahnya terbatas. “Dengan tambahan pupuk yang diberikan ini mudah-mudahan, petani-petani di Kabupaten Kendal bisa menerima pupuk ini dengan merata dan adil,” katanya.

Sulistyo dari Kelompok Tani Desa Karangsari Kecamatan mengatakan, pada tahun 2020 telah mendapatkan bantuan pupuk organik dari Pemkab Kendal. Berdasarkan pengalaman, ternyata, hasilnya bagus, per setengah hektar, yang biasanya 3 sampai 3,3 ton, namun setelah menggunakan pupuk organik, hasilnya meningkat menjadi 3,9 sampai 4 ton. Penggunaan pupuk organik juga mengurangi biaya produksi. Dibandingkan dengan pupuk kimia harganya jauh lebih murah. “Jadi menurut kami, dari segi untuk biaya lebih murah, karena sekarang ini harga pupuk kimia kan mahal, sehingga mengurangi biaya produksi,” ujarnya.