Empat ABG Tersangka Pencurian Sepeda Motor di Boja Ngaku karena Pengaruh Miras

0
353

Empat ABG pelaku pencurian dengan kekerasan berhasil ditangkap petugas Sat Reskrim Polres Kendal.  Mereka adalah Dimas Wahyu Prasetyo (20th) warga Tambakaji Ngaliyan Semarang, Anang Adi Saputra (20th) warga Sidodadi Mijen Semarang/ Aditiya Dimas (20th) warga Desa Campurejo Boja Kendal dan Ibnu Choliq (25th) warga Purwosari Mijen Semarang.


Para pelaku melakukan aksinya di Pertigaan Jalan Pramuka Dusun Gentan Kidul Desa Boja Kecamatan Boja pada Jumat 18 September 2020 pukul 02.00 dini hari. Para pelaku dengan mengendarai sepeda motor dan membawa senjata tajam berupa celurit dan sabit mendatangi korban yang sedang nongkrong. Salah seorang pelaku Ibnu Choliq berusaha merampas handphone korban Muh. Latif dengan disertai kekerasan hingga korban terluka sobek di punggung kiri akibat terkena celurit. Usaha pelaku merampas handphone gagal, karena korban Muh. Latif dan Agus Setyawan dan saksi lainnya berhasil kabur. Namun para pelaku berhasil mengambil sepeda motor Honda Beat warna hitam No Pol H 3670 VU milik Agus Setyawan yang ditinggal korban. 


Para pelaku berikut barang bukti berhasil diamankan, setelah handphone korban yang terbawa pelaku di dalam dasbor sepeda motor dalam pengecekan google map menunjukkan lokasi persembunyian pelaku di daerah Kuripan Kecamatan Mijen Kota Semarang. Barang bukti yang diamankan yaitu 1 sepeda motor Honda Beat warna hitam milik korban, 1 sepeda motor Honda Beat hitam dan 1 sepeda motor Honda Supra 125 warna abu-abu milik pelaku, 1 unut handphone, 1 bilah senjata tajam celurit, sabit dan gunting. 


Wakapolres Kendal Kompol Sumiarta mengatakan, para pelaku dikenai ancaman hukuman yang berbeda. Untuk tersangka IC dikenai pasal 365 KUHPidana juncto Pasal 53 KUHPidana tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun. “Sedangkan tersangka DWP, AAS dan AD dikenai pasal 363 ayat 1 KUHPidana tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan dengan ancaman kurungan paling lama 7 tahun,” jelasnya saat gelar perkara di Mapolres Kendal, Selasa (6/10/2020). 


Tersangka Ibnu Choliq saat ditanya mengaku, baru pertama kali melakukan tindak kejahatan, sehingga harus berurusan dengan polisi perbuatannya. Perbuatannya dilakukan karena pengaruh minuman keras. “Saya bernai berbuat kejahatan, karena pengaruh minuman, saya khilaf,” ucapnya.