Geliat Investasi di Kendal Sambut KIK

0
711

Berdirinya Kawasan Industri Kendal (KIK) akan membangkitkan investasi di Kendal. Humas PT KIK Miftiharis saat Talkshow dengan tema Geliat Kendal, Investasi Kendal siapa Takut di Kendal Expo mengatakan, KIK merupakan kota industri yang terintegrasi. Di dalamnya menyatu antara industri atau pabrik dengan fasilitas lainnya, seperti hotel, restoran, tempat hiburan, pertokoan, bahkan sekolah sampai perguruan tinggi. “KIK akan menarik banyak investor, sehingga sumber daya manusia (SDM) di Kendal harus bisa bersaing untuk memberikan pelayanan terhadap tamu-tamu asing,”katanya.

Kehadiran KIK bagi Kendal memiliki potensi memajukan berbagai sektor, baik perekonomian maupun pariwisata. Potensi yang luar biasa ini harus ditangkap seoptimal mungkin. Salah satu yang sudah memulai adalah berdirinya hotel bintang tiga Say Inn di Kendal. Ini dikatakan sendiri oleh Humas Hotel Say Inn, Sisca, bahwa didirakannya Hotel Say Inn karena untuk menyambut berdirinya KIK. “Hotel Say Inn berdiri karena menyambut KIK, supaya tamu-tamu tidak jauh-jauh ke Semarang,”katanya.

Siska berharap, Pemkab Kendal harus meningkatkan fasilitas-fasilitasnya, terutama bidang pariwisata. Objek-objek wisata yang ada supaya dikembangkan dan dikemas dengan baik, supaya benar-benar menarik. Sisca sendiri sudah melakukan kunjungan ke beberapa objek wisata, seperti Curugsewu, Pantai Cahaya dan objek wisata lainnya. Menurnya, objek wisata di wilayah Kendal cukup menarik, namun harus dipoles lagi. “Supaya beda dengan objek wisata daerah lain, saya kira harus dicari jiwanya Kendal seperti apa, sehingga akan menjadi daya tarik bagi wisatawa,”katanya.

Ketua Paguyuban Pengusaha Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Kendal Cahyanto juga menyambut baik berdirinya KIK. Harapannya agar Pemkan Kendal lebih serius menggarap sektor kepariwisataan. Apalagi pemerintah juga sedang menggiatkan sektor pariwisata di Indonesia. Pasalnya kemajuan pariwisata membawa multi efeknya banyak. Untuk menyambut tamu-tamu asing di KIK, semuanya harus dipersiapkan, seperti hotel dan restauran. “Siapkan makanan internasional, supaya tidak dibawa ke Semarang,”katanya.

Dengan datangnya tamu-tamu asing, tentu Kendal akan semakin dikenal. Untuk itu semua harus mulai menggeliat untuk menjual Kendal ke dunia. Untuk nenghadapi itu, menurut Cahyanto, harus dimulai dengan perubahan mental. Kendal mempunyai potensi raksasa yang luar biasa, namun harus digenjot bagaimana menjual potensi besar yang dimiliki. “Hotel-hotel melati yang terbanyak di Kendal juga harus berani bersaing. Ayo tingkatkan kualifikasi sesuai dengan kriteria kamar. Kendal harus menjadi destinasi wisata,”ajaknya.