Guru TK di Kendal Ikut Workshop Implementasi Penerapan Kurikulum Merdeka

Guru TK di Kendal Ikut Workshop Implementasi Penerapan Kurikulum Merdeka

0
231

Swarakendal.com : Semangat para guru Taman kanak-kanak (TK) di Kabupaten Kendal untuk menerapkan Kurikulum Merdeka sungguh luar biasa. Sebanyak 900 guru TK mengikuti Workshop Implementasi dan Strategi Pelaksanaan Kurikulum Merdeka yang digelar di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal, mulai Senin sampai Rabu, tanggal 20-22 Juni 2022. Tiap harinya diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kendal.

Ketua IGTKI Kabupaten Kendal. Darwati mengatakan, sebagai wadah guru TK, maka IGTKI menjembatani kebutuhan para guru TK dalam meningkatkan kompetensinya sebagai pendidik yang harus mengikuti perkembangan. Jika saat ini pemerintah mengeluarkan kebijakan Kurikulum Merdeka, maka dengan workshop ini agar guru-guru TK bisa mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Belajar dengan benar. “Karena sekarang harus menggunakan Kurikulum Merdeka Belajar, maka kami menyelenggarakan ini agar teman-teman bisa mengimplementasikan yang dimaksud dengan Kurikulum Merdeka Belajar tersebut,” ujarnya.

Kegiatan workshop ini menghadirkan narasumber Esterina Lasepta, penulis buku dan Pelatih Nasional Guru Paud. Tema kegiatan adalah “Implementasi dan Strategi Pelaksanaan Kurikulum Merdeka”. Kurikulum Merdeka, maksudnya merdeka mengajar bagi pendidik dan merdeka belajar bagi anak didik, yang tujuannya untuk membangun karakter positif dan melesatkan perkembangan kemampuan anak didik.

Esterina mengatakan, dalam Kurikulum Merdeka Belajar ini memberikan seluas-luasnya kepada pendidik untuk mengembangkan kemampuan anak dengan totalitas untuk membangun karakter yang positif. Guru bisa menggunakan media apa saja yang ada, untuk memperluas kemampuan anak didik supaya bernalar baik, berpikir kritis yang berhubungan dengan kemampuan otaknya. Materi workshop yang disampaikan kali ini tentang jati diri, nilai agama dan moral, literasi dan team work. 

“Dalam Kurikulum Merdeka, guru bisa menggunakan media apapun, tidak harus menggunakan audio visual, bahkan apa yang ada di depan mata, misalnya kerikil, itu pun bisa dijadikan media belajar, sehingga tidak ada lagi alasan bagi guru kesulitan mengajar, dan harus bisa mendidik dengan benar,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan, bahwa seorang pendidik harus terus meningkatkan kompetensinya, sebagai tanggung jawab untuk mengembangkan profesinya.  Harapannya terus terjadi perubahan-perubahan positif bagi anak didik, yang pada akhirnya akan membawa perubahan positif yang besar bagi anak didik. “Harapannya nantinya terus terjadi perubahan-perubahan, meskipun kecil di setiap kelas di sekolah-sekolah yang ada dan mereka akan berkomunitas, mereka akan berkolaborasi, sehingga terjadi perubahan-perubahan yang besar ke arah yang lebih baik untuk pendidikan di Kabupaten Kendal,” harapnya.