Harga Kedelai Naik, Perajin Kurangi Ukuran Tempe supaya tidak Rugi

Harga Kedelai Naik, Perajin Kurangi Ukuran Tempe supaya tidak Rugi

0
237

Harga kedelai di Kabupaten Kendal saat mencapai di atas 9.500 rupiah per kilogram, dari harga sebelumnya yang hanya Rp. 7.500 per kilogram. Kenaikan harga bahan dasar untuk membuat tahu tempe yang cukup tinggi ini secara perlahan sejak Agustus dan puncaknya bulan Desember lalu hingga saat ini.

Seorang perajin tempe di Desa Penaruban Weleri, Haji Tiban mengaku, naiknya harga kedelai yang cukup tinggi ini memberatkan bagi perajin tempe. Ia pun terpaksa harus mengurangi produksi tempe supaya tidak mengalami kerugian. Untuk menjaga pelanggan, terpaksa harus mengurangi ukuran tempe. Hal ini untuk menyiasati agar tidak sampai menaikkan harga tempe kepada para pelanggan. “Kalau harga dinaikan, para pelanggan biasanya protes, maka solusinya dengan memperkecil ukuran supaya tidak rugi,” katanya.

Ketua Primkopti Harum Kabupaten Kendal, Rivai mengatakan, naiknya harga kedelai saat ini tidak mempengaruhi stok kedelai di Kabupaten Kendal. Pasalnya, pihak Primkopti telah menjaga stok kedelai tetap aman. Untuk harga pun pihak Primkopti menjual di bawah harga pasar. Hal ini untuk membantu agar perajin tahu dan tempe tetap berproduksi. Jika harga kedelai di pasaran rata-rata di atas Rp 9.500 per kilogram, maka Primkopti hanya menjual dengan harga Rp.9.100 per kilogram. “Adanya kenaikan harga kedelai ini yang kena dampaknya ya perajin tahu dan tempe, maka koperasi menekan harga seminim mungkin, supaya perajin tetap berproduksi,” katanya.


Dikatakan, penyebab kenaikan harga kedelai karena faktor internasional dari negara-negara produsen kedelai. Stok kedelai di negara penghasil kedelai, seperti Amerika berkurang karena diborong oleh negara China. Selain itu juga terpengaruh cuaca La Nina yang menyebabkan panen mengalami penurunan. Faktor lainnya karena alur distribusi dari negara asal mengalami keterlambatan, akibat adanya pandemi, karena beberapa negara melakukan lockdown, sehingga barang tertahan sampai beberapa bulan. “Kenaikan harga kedelai ini bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di negara lainnya,” jelasnya.


Rivai mengatakan, menyikapi harga kedelai yang cukup tinggi ini, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan pihak Pemprov Jawa Tengah melalui Dinas Koperasi dan Dinas Ketahanan Pangan untuk mencari solusi mengatasi harga kedelai yang cukup tinggi. Tujuannya untuk membantu para perajin tahu dan tempe supaya berproduksi dan tidak rugi. “Hasil dari pembicaraan dengan pihak Provinsi, segera dilakukan operasi pasar,” pungkasnya.