Ibu dan Anak Warga Karangsari yang Terlantar terpaksa Tinggal di Kelurahan

Dua warga Karangsari Kendal terlantar tinggal di kelurahan 2017

0
1256

Dua warga kelurahan Karangsari Kecamatan Kendal Kota yang tak memiliki rumah dan terlantar kini tinggal sementara di Kantor Kelurahan setempat. Yakni Nur Ishayati (73) yang mengalami lumpuh bersama anaknya yang mengalami cacat mental Ratna Masnaning Wulan (32). Keduanya sudah hampir sepuluh hari tinggal di Kantor Kelurahan, setelah sempat tinggal di emperan pos ronda.

Pihak kelurahan kerepotan mengurus keduanya, karena selain salah satu mengalami cacat mental, yang satunya tidak bisa berjalan dan tidak mandiri kendati bisa komunikasi.

Kasi Trantib Kelurahan Karangsari, Sutarjo mengatakan keduanya ditemukan di sebuah emperan pos ronda desa setempat. Kemudian oleh warga dibawa ke kantor kelurahan agar mendapat perhatian. Pihak kelurahan sudah melapokan ke pihak kecamatan hingga dinas terkait yakni Dinas Sosial Kabupaten Kendal, agar ada penanganan selanjutnya. “Kami sudah berupaya mengurus supaya bisa dibawa ke panti yang mau merawatnya,” kata dia, saat ditemui di kantor kelurahan setempat, Rabu (19/7/2017).

Sutarjo mengatakan, kedua warga tersebut bahkan sempat dibawa ke Kantor Dinas Sosial Kendal dan sempat tinggal di Kantor Dinsos, namun, hanya berlangsung selama tiga hari saja. Setelah itu, keduanya justru dikembalikan ke kelurahan lagi.

“Kami juga sudah berusaha berkoordinasi dengan Dispendukcapil Kendal. Awalnya sebagai persyaratan administrasi pengurusan di kantor Dinas Sosial setempat,”katanya.

Senada dikatakan, Ariningsih (31) sekretaris Lurah bahwa selama tinggal di kantor kelurahan, kedua warga terlantar ini menginginkan tinggal ditempat yang layak. Selain itu, keduanya memang benar-benar tidak mampu menjaga kebersihan.

“Makan dan minum, kami selalu berikan. Tapi, untuk menjaga kebersihan diri mereka tidak mampu. Terkadang buang kotoran sembarangan, hal ini yang membuat kami kerepotan dibuatnya. Seharusnya dinas terkait menindaklanjuti dengan adanya hal ini,” tuturnya.

Disampaikan, jika kedua warga terlantar tersebut mengaku memiliki keluarga di daerah Weleri. Namun, setelah ditelusuri tidak juga ditemukan. Saat ini keduanya tinggal menempati ruang pelayanan yang baru untuk sementara.

“Kami benar-benar berharap dinas terkait bisa menyikapinya dan segera mengambil langkah yang baik. Sebab, kasihan bagi warga lainnya yang membutuhkan pelayanan juga sehingga dapat mengganggu,” tandasnya.