Karyawan PT IGN masih Menolak PHK Sepihak

0
841
Hasil mediasi antara pihak manajemen PT IGN Cepiring dengan pihak karyawan yang difasilitasi Pemkab Kendal Selasa (05/01/2016) di Ruang Bupati Kendal belum menemukan titik temu. Namun kedua pihak akan memenuhi saran yang disampaikan Pejabat Bupati Kendal Kunto Nugroho beserta anggota Forkopimda dan Diasnakertrans.

Bukan hanya permasalahan gaji yang ternyata belum juga dibayarkan sepenuhnya, sebagaimana hasil kesepakatan saat medaisi di Kantor Disnakertrans pada akhir Desember lalu, bahwa IGN akan membayar gaji yang tertunda selama 4 bulan, paling lambat 4 Januari 2016. Namun faktanya, hingga lewat batas waktu yang dijanjikan, para karyawan hanya menerima satu bulan gaji. “Ya, sampai saat ini, saya baru menerima transfer gaji untuk satu bulan,”kata Sugeng Setia, HRD PT IGN Cepiring.

Para karyawan PT IGN Cepiring juga menolak tindakan PHK sepihak yang dilakukan oleh pihak manajemen. Pasalnya, mereka tidak pernah merasa dilibatkan dalam pengambilan keputusan tersebut. Bahkan, surat keputusan PHK yang dibuat PT IGN Cepiring hanya berupa satu lembar dan berlaku untuk semua karyawan. Surat PHK itu sendiri dititipkan kepada Disnakertrans Kendal, dan baru diserahkan kepada perwakilan karyawan pada akhir Desember 2015 kemarin. Sugeng Setia mengatakan, pihaknya siap untuk diajak berkomunikasi dengan pihak manajemen pabrik. Hal itu karena sebelumnya para karyawan tidak pernah dilibatkan dalam perundingan awal terkait PHK.
“Kami masih tetap akan berangkat kerja, sesuai dengan peraturan hukum yang ada. Sebenarnya, kami tidak pernah mempermasalahkan PHK yang akan dilakukan pihak perusahaan, asalkan semua itu dilaksanakan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” jelasnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum PT IGN Cepiring, Banohara, mengatakan, pihaknya menghormati usulan yang akan disampaikan Pemda dan Forkompimda Kendal untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara baik-baik.
“Diusulkan untuk menjalin komunikasi yang baik terlebih dahulu sebelum terjadi pemutusan kerja yang akan diterima para karyawan. Secara prinsip akan kami kawal sehingga permasalahan bisa diselesaikan, dengan tetap patuh pada usulan hukum yang ada,” ujarnya.

Terkait dengan surat PHK satu lembar yang dititipkan pada Disnakertrans Kendal, Banohara menyampaikan hal tersebut dilakukan dengan alasan karena dinas tersebut merupakan perantara dalam hubungan industrial, antara karyawan dan perusahaan. “Pihak perusahaan juga khawatir kalau misalnya dibagikan satu persatu surat PHK kepada para karyawan, mereka tidak mampu menerima hal tersebut. Sehingga akhirnya diputuskan diberikan selembar surat PHK, yang dititipkan Disnakertrans,” katanya.

Dikatakan, PT IGN Cepiring sendiri telah mengalami kebangkrutan selama dua tahun terakhir. Penyebabnya, perusahaan mengalami kesulitan dalam hal penyediaan bahan baku, terkendala aturan-aturan baru maupun mengalami permasalahan dengan para petani tebu. “Hal inilah yang menjadikan manajemen perusahaan memutuskan, untuk melakukan PHK kepada 360an karyawan PT IGN Cepiring,”katanya.

Sementara itu Pj Bupati Kunto Nugroho, meminta kedua pihak bisa melakukan komunikasi dengan baik, supaya permaslahan bisa dicarikan jalan keluar secara baik-baik pula. “Inti permasalahannya karena komunikasi, jika ada komunikasi yang baik dan semua menaati peraturan yang ada, maka semua akan selesai dengan baik,”harapnya. (Ab)